Diterima Redaksi: 11-01-2021 | Selesai Revisi: 26-02-2021 | Diterbitkan Online: 28-02-2021 180 Terakreditasi SINTA Peringkat 2 Surat Keputusan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Ristek Dikti No. 10/E/KPT/2019 masa berlaku mulai Vol. 1 No. 1 tahun 2017 s.d Vol. 5 No. 3 tahun 2021 Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal.iaii.or.id JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 5 No. 1 (2021) 180 - 186 ISSN Media Elektronik: 2580-0760 Keamanan Jaringan dengan Cowrie Honeypot dan Snort Inline-Mode sebagai Intrusion Prevention System Tati Ernawati 1 , Fikri Faiz Fadhlur Rachmat 2 1,2 Program Studi Teknik Informatika, Politeknik TEDC Bandung 1 tatiernawati@poltektedc.ac.id, 2 faizfikri88@gmail.com Abstract Computer network systems have been designing to share resources. Sharing resources process, data security, and confidentiality are main issues in anticipating misuse of the access to information by unauthorized parties. The solution to anticipating these problems is the availability of a security system capable of handling various intruders who threaten the system and protect network resources. This study builds and analyzes the performance of computer network security using cowrie honeypot and snort inline-mode as an Intrusion Prevention System (IPS). The development process goes through the stages of analysis, design, implementation, and monitoring. The content analysis method has been using to explore the problems and requirements of the system built. The security system was build by configuring the IP address and network system devices (server, remote admin, client attacker). The test has been carrying out on 3 test parameters (confidentiality, availability, and integrity), comparison testing method has been using to test the integrity parameters. The test results indicate that the system functionality test for user needs have fulfilled, the results of the confidentiality test (83.3%), availability (93.3%), and the integrity of the inline-mode snort show faster response time (0.069 seconds on average) and more CPU resource usage efficient (0.04% average) than the cowrie honeypot. IPS snort inline-mode overall integrity parameter testing is more recommended for used network security systems than cowrie honeypots. Keywords: Cowrie Honeypot, Snort Inline-mode, Intrusion Prevention System, Network security Abstrak Sistem jaringan komputer dirancang dengan tujuan dapat berbagi sumberdaya untuk dipakai secara bersama. Pada proses berbagi sumberdaya, keamanan dan kerahasian data menjadi isu utama dalam mengantisipasi penyalahgunaan akses informasi oleh pihak yang tidak berwenang. Solusi untuk mengantisipasi permasalahan tersebut yaitu ketersediaan sistem kemananan yang mampu menangani berbagai penyusup yang mengancam sistem dan melindungi sumber daya jaringan. Penelitian ini membangun dan menganalisis kinerja keamanan jaringan komputer menggunakan cowrie honeypot dan snort inline-mode sebagai Intrusion Prevention System (IPS). Proses pembangunan melalui tahapan analisis, desain, implementasi dan monitoring. Metode analisis konten (content analysis) digunakan dalam menggali permasalahan dan kebutuhan sistem yang dibangun. Sistem keamanan dibangun dengan melakukan konfigurasi terhadap IP address dan perangkat sistem jaringan (server, remote admin, client attacker). Pengujian dilakukan pada 3 parameter uji (confidentialitas, availabilitas dan integritas), metode comparison testing digunakan untuk menguji parameter integritas. Hasil uji mengindikasikan uji fungsionalitas sistem terhadap kebutuhan pengguna adalah terpenuhi, hasil uji confidentialitas (83,3%), availabilitas (93.3%) dan integritas untuk snort inline-mode menunjukkan respon time lebih cepat (rata-rata 0.069 detik) dengan penggunaan resources CPU lebih efisien (rata-rata 0.04%) dibandingkan cowrie honeypot. Uji parameter integritas secara keseluruhan IPS snort inline-mode lebih direkomedandasikan untuk digunakan dalam sistem keamanan jaringan dibandingkan cowrie honeypot. Kata kunci: Cowrie Honeypot, Snort Inline-mode, Intrusion Prevention System, Keamanan Jaringan 1. Pendahuluan Perkembangan jaringan internet di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun 2019 penggunaan jaringan internet mencapai 196,71 juta jiwa atau setara dengan 73,7% dari total jumlah penduduk di Indonesia 266,91 juta jiwa (naik 8,9% dibandingkan tahun 2018) [1]. Internet telah membantu manusia dalam bertukar informasi, tetapi tidak semua informasi bersifat terbuka dan dapat diakses secara bebas. Disisi lain, pengguna berusaha untuk mengakses informasi tersebut meskipun tidak memiliki akses sehingga diperlukan sistem