Corresponding Author E-mail Address : kuntoro.wn@gmail.com PENGARUH DILATASI TIPE ISOLATION JOINT DAN CONSTRUCTION JOINT TERHADAP DEFLEKSI LATERAL TIANG PANCANG DERMAGA Kuntoro Warso Nugroho 1 , Yusep Muslih Purwana 2 dan Bambang Setiawan 3 1 Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta Email: kuntoro.wn@gmail.com 2 Pengajar Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta Email: bbstw88@yahoo.co.id 3 Pengajar Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A Surakarta Email: ymuslih@ft.uns.ac.id ABSTRACT Wharf is one of the buildings in the port that is used as a place to dock ships and carry out port activities. The wharf structure is divided into several systems that require Dilatation (Joint) to control the fracture of the structure and separate the two different structures. Wharf structure generally uses the Isolation Joint (IJ) type dilatation, while the Construction Joint (CJ) type is commonly used in structures on the ground. The type of restraints of the dilatation structure in the IJ type is modeled as free, while the CJ type is modeled as roll. This study studied the effect of the use of IJ and CJ type dilatation on the wharf structure on the top of plie deflection. Soil data in Mempawah Regency, West Kalimantan was used as a case example and the analysis process using the Finite Element Method software. The results showed that the greatest effect of combined loading on the top of pile deflection in the longitudinal direction in the IJ and CJ types was 6.3 cm (IJ) and 3.8 cm (CJ), occurred in extreme conditions, , while the transverse direction was 7.5 cm (IJ) and 6.8 cm (CJ) occurred when the dock received the ship's berthing load. Type CJ dilatation has an effect in reducing the longitudinal deflection of the top of pile by 38.93% and the transverse direction by 4.51% Keywords: pile, wharf, deflection, dilatation, construction joint, isolation joint ABSTRAK Dermaga adalah salah satu bangunan di pelabuhan yang digunakan sebagai tempat sandar kapal dan melakukan aktivitas kepelabuhan. Struktur dermaga terbagi menjadi beberapa sistem yang memerlukan Dilatasi (Joint) untuk mengontrol keretakan struktur dan memisahkan dua struktur yang berbeda. Struktur dermaga umumnya menggunakan dilatasi tipe Isolation Joint (IJ), sementara tipe Construction Joint (CJ) banyak digunakan pada struktur yang berada di atas tanah. Tipe perletakan struktur dilatasi pada tipe IJ dimodelkan sebagai free, sedangkan tipe CJ dimodelkan sebagai roll. Penelitian ini mempelajari pengaruh penggunaan dilatasi tipe IJ dan CJ pada struktur dermaga terhadap defleksi ujung tiang pancang. Data tanah di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat digunakan sebagai contoh kasus dan proses analisis menggunakan software Metode Elemen Hingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar kombinasi pembebanan terhadap defleksi ujung tiang pancang arah memanjang pada tipe IJ dan CJ terjadi pada kondisi ekstrim, yaitu: 6,3 cm (IJ) dan 3,8 cm (CJ), sementara arah melintang adalah 7.5 cm (IJ) dan 6.8 cm (CJ) terjadi pada saat dermaga menerima beban sandar kapal. Dilatasi Tipe CJ berpengaruh dalam mereduksi defleksi ujung tiang pancang arah memanjang sebesar 38.96% dan arah melintang sebesar 9.03%. Kata kunci: tiang pancang, dermaga, defleksi, dilatasi, construction joint, isolation joint 1. PENDAHULUAN Program Tol Laut atau merupakan salah satu Program Strategis Nasional di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bertujuan untuk memperbaiki distribusi barang antar pulau di Indonesia menjadi semakin mudah dan lancar, sehingga diharapkan dapat menekan biaya pengiriman dan berdampak pada harga barang yang lebih merata di seluruh Indonesia. Konsep tol laut merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan pulau-pulau di seluruh Indonesia dengan menggunakan kapal-kapal besar, dimana salah satu penunjang program tersebut adalah dengan peningkatan pembangunan infrastruktur berupa pelabuhan. Dermaga adalah salah satu bangunan di dalam pelabuhan yang digunakan sebagai tempat sandar kapal dan melakukan aktivitas kepelabuhan seperti bongkar muat barang atau menaik-turunkan penumpang. Dermaga terbagi menjadi bangunan struktur atas dan struktur bawah. Bangunan struktur atas terdiri dari pelat lantai dan balok, sedangkan bangunan struktur bawah terdiri dari fondasi. Kestabilan struktur diperhitungkan sehingga dapat menopang bangunan dan menahan beban bangunan khususnya pada struktur