254 PENGEMBANGAN BASIS DATA SURVEILANS FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DINAS KESEHATAN KOTA MATARAM The Surveillance Database Development of Risk Factor for Dengue Fever in Mataram District Health Office Sinawan 1 , Santi Martini 2 , Windhu Purnomo 3 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, sinawan75@gmail.com 2 Departemen Epidemiologi FKM Unair, santi279@yahoo.com 3 Departemen Biostatistika FKM Unair, windhu.purnomo@gmail.com Alamat Korespondensi: Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur ABSTRAK Sistem surveilans epidemiologi DBD yang sedang berjalan saat ini di Dinas Kesehatan Kota Mataram belum dapat menyediakan informasi kejadian DBD berdasarkan faktor risiko. Di samping itu juga proses pengolahan dan analisis data masih dilakukan secara manual sehingga tingkat konsistensi dan akurasi data masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan basis data faktor risiko kejadian DBD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kota Mataram propinsi NTB dari bulan April 2014 sampai dengan Agustus 2014. Informan pada penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu Kepala Seksi P2PB, Petugas pengelola Program P2 DBD dan Petugas Surveilans Penyakit. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Perancangan basis data meliputi perancangan logik dan fisik. Pada perancangan logik yang dilakukan adalah normalisasi data, membuat relasi antar data, menggambarkan entity relationship diagram (ERD) dan dilanjutkan ke desain fisik dengan membuat prototype basis data menggunakan aplikasi perangkat lunak Epi Info for Windows version 3.5.1. Uji coba dilaksanakan dengan melibatkan 2 (dua) orang informan. Evaluasi uji coba basis data surveilans faktor risiko kejadian DBD yaitu dengan menilai tingkat kemudahan, kecepatan, keakuratan dan kelengkapan data yang dihasilkan. Hasil dari Penelitian ini adalah adanya basis data surveilans faktor risiko kejadian DBD yang baru yang dapat digunakan secara mudah, cepat dan dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat. Kata Kunci: DBD, Surveilans, faktor risiko, basis data. ABSTRACT System of DHF epidemiological surveillance that is currently running in Mataram District Health Office has not been able to provide information about the incidence of DHF is based on risk factors. Besides, the process of manufacturing and analysis of data were still done manually, so the level of consistency and accuracy of data was still less. This research aimed to develop database surveillance risk factor of DHF incidence. This type of research is action research. This research was conducted at the Mataram District Health Office NTB province at April 2014 until August 2014, informants in this study consists of three (3) members, namely Head of P2PB Section, DHF P2 Program Manager and Surveillance Staff. The data used are primary and secondary data. Database design includes logical and physical design. Performed on the logic design is the normalization of the data, create relationships between data illustrates the entity relationship diagram (ERD) and proceed to the physical design to create a prototype database using Epi Info software application for Windows version 3.5.1. Trial involving two (2) the informants. Evaluation trials database surveillance of risk factors DHF incidence to assess the ease, speed, accuracy and completeness of the resulting data. Results of this study is new database surveillance risk factor of DHF incidence that can be used easily, quickly and can be results more accurate information. Keywords: DHF, surveillance, risk factor, database. PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, dengan ciri demam tinggi mendadak disertai manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan (shock) dan kematian. World Health Organization (WHO) mengestimasi 50 juta orang di dunia, terinfeksi DBD setiap tahunnya. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam