Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 14 Nomor 1 Tahun 2019 eISSN : 2302-2531 79 PENGARUH PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD DAN SUNTIK TERHADAP SIKLUS HAID DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA JAYA KOTA MAKASSAR Suhartatik 1 , Amriati Mutmainna 2 1 STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2 STIKES Nani Hasanuddin Makassar Alamat Koresponden : (nurhaisah96@gmail.com/081343374027) ABSTRAK Menstruasi atau haid adalah perdarahan secara periodik dan siklus dari uterus, disertai pelepasan atau deskuamasi endometrium yang terjadi setiap bulan secara teratur pada wanita dewasa dan sehat. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid lalu dan mulai haid berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat kontrasepsi suntik dan IUD terhadap siklus haid antara pengguna kontrasepsi IUD dan kontrasepsi suntik dan untuk mengetahui pengaruh kedua alat kontrasepsi ini terhadap siklus haid Diwilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. penelitian ini menggunakan Teknik pengambilan sampel adalah dekskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Yaitu suatu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek dengan cara pendekatan observasi pada saat pengumpulan data ,jumlah sampel 55 orang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik untuk uji chi-square. Dari hasil uji statistic di peroleh dengan nilai ρ =0,037. Dengan demikian nilai ρ>a (0,05). Karena nilai p lebih kecil dari ρ<a (0,05) Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha di terima. Ada pengaruh penggunaan alat kontrasepsi IUD dan Suntik terhadap siklus haid diwilayah kerja puskesmas tamalanrea kota Makassar. Kata Kunci: Alat Kontrasepsi, IUD, Siklus Haid, Suntik PENDAHULUAN Menurut WHO, Pemilihan alat kontrasepsi berpengaruh terhadap angka terjadinya kehamilan, IUD merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman digunakan bagi sebagian wanita karena IUD merupakan metode kontrasepsi reversibel yang paling sering digunakan di seluruh dunia dengan pemakaian mencapai sekitar 100 juta wanita. Generasi terbaru IUD memiliki efektivitas lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan pada pemakaian satu tahun atau lebih. Pemakaian IUD terhadap penurunan fertilitas mempunyai efektifitas yang cukup tinggi. Risiko kegagalan IUD khususnya CuT380A sebanyak 0,8% tiap 100 wanita bahkan bisa 1:170 wanita pada pemakaian tahun pertama (Panggih, 2017). Persentase peserta KB aktif terhadap pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 74,8%. Tiga provinsi yang memiliki persentase tertinggi yaitu Maluku Utara sebesar 87,03%, Kepulauan Bangka Belitung sebesar 83,92%, dan Sulawesi Utara sebesar 83,84%. Sedangkan capaian terendah terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 63,24%, Sumatera Barat sebesar 63,73%, dan DKI Jakarta sebesar 67,46% (Kementerian Kesehatan RI, 2017). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Prov. Sulsel, persentase dapat dilihat bahwa Kabupaten/Kota dengan persentase peserta KB baru tertinggi ialah Kabupaten Gowa (76,14%), kemudian Palopo (15,50%), dan Pinrang (13,31%). Sedangkan Kabupaten/ Kota dengan persentase peserta KB baru terendah ialah Kabupaten Jeneponto (1,25%), Kabupaten Bulukumba (0%), dan Kabupaten Takalar (0%). Tingkat provinsi persentase peserta KB baru pada tahun 2016 di Sulawesi Selatan adalah sebesar 13,80%. Sedangkan pada peserta KB baru, persentase metode kontrasepsi yang terbanyak digunakan adalah suntikan, yakni sebesar 61,85%. Metode terbanyak kedua adalah pil, sebesar 23,70%. Metode yang paling sedikit dipilih oleh para peserta KB baru adalah metode AKDR\IUD sebanyak 11,07%, metode operasi pria (MOP) sebanyak 0,07%, kemudian metode operasi wanita (MOW) sebanyak 0,85%, dan kondom (2,64) (Dinkes Sulsel, 2017). Berdasarkan data dari Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar, menunjukkan bahwa jumlah pengguna kontrasepsi aktif pada tahun 2015 sebanyak 1.928 akseptor, meningkat pada tahun 2016 sebanyak 2.437 akseptor dan meningkat lagi pada tahun 2017 sebanyak 2.437 akseptor. Jumlah akseptor yang tercatat dari bulan