PENDIDIKAN KARAKTER KAFFAH MELALUI ………| 1 PENDIDIKAN KARAKTER KAFFAH MELALUI PENGEMBANGAN BOARDING SCHOOL: SEBUAH ALTERNATIF Singgih Tri Sulistiyono* Abstrak Pembangunan karakter bangsa merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar dalam rangka untuk memperbaiki krisis moralitas kebangsaan yang terjadi dewasa ini. Pendidikan karakter di sekolah merupakan salah satu upaya untuk pembangunan karakter bangsa secara keseluruhan. Dengan mengingat bahwa akar persoalah karakter bangsa bersumber pada kepribadian yang terbelah yang bermula dari adanya gap antara dunia pendidikan di sekolah dan dunia nyata dalam masyarakat maka diperlukan suatu sistem pendidikan yang kaffah yang mampu menciptakan manusia dengan kepribadian dan karakter yang utuh. Di samping itu pendidikan yang kaffah juga perlu diiringi dengan upaya pemerintah untuk menciptakan dan menegakkan hukum dalam masyarakat yang merefleksikan nilai-nilai luhur budaya dan karakter bangsa sebagaimana yang telah dirumuskan oleh kemendikbud. Model sekolah bording dengan penerapan pendidikan budaya dan karakter bangsa secara kaffah dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mencetak generasi muda yang memiliki karakter yang diidealkan berdasarkan Pancasila dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kata kunci: Pendidikan karakter, boarding school Kemerosotan kualitas kehidupan bersama sebagai suatu bangsa yang dikeluhkan oleh berbagai kalangan pada saat ini sebetulnya sudah muncul sejak tahun 1980-an. Pada waktu itu, berbagai sinyalemen adanya gejala yang akut mengenai ‘merosotnya nasionalisme dan patriotisme’, ‘merosotnya sikap kepahlawanan’, ‘ancaman disintegrasi’, terjadinya ‘dekadensi moral’, dan berbagai persoalan ‘pelanggaran etika dan hukum’, sudah mulai menjadi kekhawatiran banyak pihak. Adalah sangat ironis bahwa kekhawatiran tersebut muncul di tengah- tengah upaya pemerintah Orde Baru yang pada waktu itu sedang menggalakkan pendidikan moral yang berupa penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang gencar mengampanyekan matapelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dan dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami boom’. Pada saat ini, sinyalemen-sinyalemen tersebut ternyata bukan hanya rangkaian kata-kata belaka tetapi betul-betul telah menjadi kenyataan. Republik Indonesia yang belum genap berusia tujuh dekade ini sedang mengalami berbagai konflik. Konflik-konflik politik yang mengancam persatuan dan kesatuan * Singgih Tri Sulistiyono adalah Ketua DPW LDII Provisnsi Jawa Tengah, Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang