Gambaran umum kasus frambusia setelah pengobatan massal dengan ... (Yuli Arisanti, Ratna Tanjung dan Vatim Dwi Cahyani) 77 Gambaran Umum Kasus Frambusia Setelah Pengobatan Massal dengan Azitromisin di Kota Jayapura GENERAL VIEW OF YAWS AFTER MASS THERAPY OF AZITROMISIN IN JAYAPURA Yuli Arisanti*, Ratna Tanjung dan Vatim Dwi Cahyani Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Jl. Ahmad Yani, No.48, Kel. Gurabesi, Jayapura Utara Indonesia *Email : yuliarisanti88@gmail.com Submitted : 29-11-2018, Revised : 19-03-2019, Revised : 25-03-2019, Accepted : 10-05-2019 Abstract Yaws is still an unfnished health problem in Jayapura City, as it has an enclave of yaws. This study aimed to determine clinical and result of Rapid Test Diagnostic (RDT) of yaws after mass treatment with azithromycin and to fnd out about sanitation in relation with yaws. This was a descriptive and cross- sectional study. applying interview using structured questionnaires, clinical examination, RDT and lesion examination using Darkfeld microscope and general microscope of 229 respondents consist of 113 boys and 116 girls. The youngest age was about 3 years old and the oldest was about 15 years old. Most of them have already had good personal hygiene as can be seen from the high percentage of taking bath with soap and changing clothes after bathing. Moreover, the prevalence of yaws tended to decrease as only 5 respondents were RDT positive. Keyword: yaws, azithromycin, personal hygiene, Jayapura city Abstrak Frambusia masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan karena masih terdapat daerah kantong frambusia di Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara klinis maupun pemeriksaan RDT frambusia setelah pengobatan massal dan mengetahui data sanitasi terkait frambusia ini. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan desain potong lintang dengan melakukan wawancara dengan kuesioner terstruktur, pemeriksaan klinis, pemeriksaan RDT dan pemeriksaan sampel berupa apusan lesi dengan menggunakan mikroskop lapangan gelap dan mikroskop cahaya biasa (pewarnaan gram). Hasil yang didapat berupa data dari 229 responden yang telah mendapatkan pengobatan Azitromisin di Kota Jayapura yang terdiri dari responden laki-laki berjumlah 113 orang dan responden perempuan berjumlah 116 orang. Umur termuda ditemukan berumur 3 tahun dan umur tertinggi 15 tahun. Sebagian besar responden sudah memiliki personal hygiene yang cukup baik dilihat dari tingginya persentase frekuensi mandi, pelaksanaan mandi memakai sabun dan mengganti baju setelah mandi. Angka kasus frambusia di Kota Jayapura cenderung turun dimana ditemukan hanya 5 responden dengan RDT (+). Kata kunci: frambusia, azitromisin, RDT, kota Jayapura https://doi.org/10.22435/bpk.v47i2.548