JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F392 Abstrak—Minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis tinggi salah satunya yaitu minyak gaharu. Minyak atsiri yang berasal dari tanaman gaharu ini biasanya dipakai sebagai pewangi, obat- obatan dan bahan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari ekstraksi minyak atsiri dari gaharu dengan metode ekstraksi konvensional soxhlet extraction dan metode hydrodistillation dengan bantuan pemanas microwave atau dikenal dengan sebutan microwave hydrodistillation serta membandingkan pengaruh dari penggunaan kedua metode tersebut terhadap perolehan yield minyak gaharu. Pada metode soxhlet extraction digunakan pelarut organik n-Hexane 95% dengan waktu ekstraksi selama 16 jam, sedangkan pada metode microwave hydrodistillation menggunakan pelarut aquades dengan lama waktu 12 jam dan menggunakan microwave konvensional merk Electrolux model EMM-2308X dengan daya 450 W. Didapatkan hasil penelitian dengan metode soxhlet extraction memiliki yield sebesar 1,67%, sedangkan metode microwave hydrodistillation diperoleh yield 1,38%. Dari segi waktu dan yield yang dihasilkan metode microwave hydrodistillation memberikan hasil ekstraksi yang lebih baik daripada metode soxhlet extraction dengan recovery dari metode microwave hydrodistillation sebesar 76,55%. Kata Kunci—Atsiri, Gaharu, Microwave Hydrodistillation. I. PENDAHULUAN NDONESIA merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam baik hayati maupun non-hayati. Sumber daya alam hayati terlihat dengan melimpahnya macam-macam jenis flora yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh pelosok tanah air. Dari sumber daya hayati ini selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan bahan perdagangan yang menghasilkan devisa negara serta pendorong pertumbuhan ekonomi negara. Salah satu sumber devisa yang didapatkan oleh negara yaitu melalui produksi minyak atsiri. Minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang termasuk dalam kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap serta dijadikan ciri khas aroma dari suatu jenis tumbuhan dari kandungan yang dimilikinya. Terdapat tiga cara dalam pengambilan minyak atsiri yaitu pengempaan, ekstraksi menggunakan pelarut, dan destilasi. Indonesia termasuk salah satu negara penghasil utama minyak atsiri di dunia. Terdapat kurang lebih 45 jenis tanaman penghasil minyak atsiri tumbuh di Indonesia, namun baru kira- kira 15 jenis yang sudah menjadi komoditi ekspor. Akan tetapi metode yang digunakan saat ini untuk ekstraksi minyak atsiri dari gaharu secara umum masih dilakukan dengan menggunakan metode konvensional seperti hydrodistillation, soxhlet ectraction, dan accelerated solvent extraction (ASE) [1]. Minyak atsiti yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu gaharu, dikarena penggunaan yang tinggi dalam pengobatan, parfum dan kosmetik, pohon gaharu (Aquilaria malaccensis) dianggap sebagai pohon yang berharga dan penting di Negara – Negara Asia Tenggara. Mengingat pohon gaharu biasanya dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menghilangkan rasa sakit demam rematik, penangkal muntah dan asma [2]. Karena lamanya waktu yang didapat dari metode konvensional tersebut dan masih menggunakan pelarut n- Hexane yang tidak ramah lingkungan maka dari itu dikembangkan metode ekstraksi terbaru dengan menggunakan sistem ekstraksi yang memanfaatkan pemanasan gelombang mikro dikenal dengan istilah Microwave assisted extraction (MAE). Beberapa metode Microwave assisted extraction yang saat ini telah dikembangkan antara lain Microwave Hydrodistillation (MHD), Microwave Steam Distillation (MSD), Microwave Steam Diffusion (MSDf), dan lain-lain. Dari bebeapa metode Microwave assisted extraction yang ada, pada penelitian ini menggunakan metode Microwave Hydrodistillation (MHD). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kondisi operasi optimum menggunakan metode microwave hydrodistillation untuk menghasilkan kadar yield optimum ekstraksi gaharu. II. METODOLOGI Pada penelitian ini akan dilakukan pengambilan minyak atsiri dari gaharu dengan metode microwave hydrodistillation dan soxhlet extraction. Dari kedua metode tersebut akan dibandingkan untuk mengetahui perolehan yield dan efisiensi proses ekstraksi minyak gaharu. Dengan metode microwave hydrodistillation menggunakan gelombang mikro yang dihasilkan dari magnetron sebagai sumber pemanasan selama proses ekstraksi. Gelombang mikro atau microwave adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi Ekstraksi Minyak Atsiri dari Gaharu (Aquilaria Malaccensis) dengan Menggunakan Metode Microwave Hydrodistillation dan Soxhlet Extraction Isabel Triesty dan Mahfud Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: mahfud@chem-eng.its.ac.id I