1 TEORI POSKOLONI AL Suatu Kajian Tentang Teori Poskolonial Edward W.Said Oleh Yani Kusmarni PENDAHULUAN “Adalah semangat oposisi, bukan akomodasi, yang menggenggam saya. Sebab romansa, kepentingan, tantangan kehidupan intelektual ditemukan dalam pembangkangan terhadap status quo pada masa ketika perjuangan untuk kepentingan kaum yang tersisih serta yang malang tampak ditimbang secara tidak adil. Latar belakang saya dalam politik Palestina semakin menguatkan hal ini. Di dunia Barat dan Arab keretakan kian hari makin memisahkan kelompok kaya dengan yang tidak berpunya. Dan di antara intelektual di lingkungan kekuasaan yang menghasilkan ketidakpedulian yang benar-benar mengejutkan,” ungkap Edward W.Said tentang dirinya. 1 Pernyataan Said di atas, membawa kita ke satu bayangan bahwa ia adalah tokoh yang selalu gelisah pada ketidakadilan terhadap kemanusiaan di belahan bumi manapun. Ia menentang ketidakadilan bukan hanya yang dilakukan oleh lawannya, tetapi juga oleh kawannya. Mulyadi J.Amalik mengungkapkan bahwa Said tidak hanya menghancurkan “ketidakadilan” dari jarak jauh, tetapi juga dari jarak dekat. Ia tidak menggunakan batu dan peluru melainkan melalui ketajaman pena. 2 Hal yang sama juga dikemukakan oleh Joseph Conrad bahwa yang mampu membebaskan penaklukan bumi (imprealisme) yang terjadi berulang-ulang dalam sejarah dunia hanya gagasan semata. Gagasan atau persepsilah yang membuat orang saling menjatuhkan satu sama lain. 3 Lebih lanjut Jalaluddin Rakhmat menyatakan bahwa bagi kaum poskolonial, revolusi mestinya dimulai dari gagasan . Sebab dalam banyak peristiwa sejarah, sebuah revolusi hanya menghasilkan kediktatoran baru karena gagasan difetishkan dalam arena “jagal revolusi” (fisik). “ Perubahan bermakna memang selalu bermula dari sebuah gagasan”. 4 1 Edward W.Said, Peran Intelektual (terj.). (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,1998), hlm.ii 2 Dapat dilihat di buku Muhidin M Dahlan (penyunting), Postkolonialisme: Sikap kita terhadap Imprealisme. (Yogyakarta:Jendela Grafika,2001), hlm. 27 3 Ibid, hlm. 13 4 Ibid, hlm. 12