51 PENGARUH KADAR KARET KERING LATEKS PADA SUSUT BOBOT SLAB DAN LUMP Effect of Latex Dry Rubber Content on Weight LossofSlab and Lump Arief Rachmawan dan Andi Wijaya Balai Penelitian Sungei Putih, PO. Box. 1415 Medan 20001 Email: arief_rachmawan@yahoo.com Diterima 18 April 2018 / Direvisi 23 April 2018 / Disetujui 30 Mei 2018 Abstrak Susut bobot slab dan lump merupakan faktor penting dalam penjualan bahan olah karet (bokar). Penentuan susut bobot yang tidak tepat akan merugikan salah satu pihak dalam penjualan bokar. Informasi susut bobot juga dapat dijadikan sebagai sarana pengawasan internal terhadap kemungkinan kehilangan saat pengiriman bokar menuju pabrik. Susut bobot juga berkaitan dengan biaya transportasi dari kebun menuju pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh dari kadar karet kering (KKK) lateks terhadapsusut bobot slab dan lump, pola penyusutannya serta kaitannya dengan biaya transportasi. Penelitian menggunakan lateks kebun dengan lima variasi KKK (20%, 21%, 23%, 27%, dan 31%) serta lump mangkok, masing-masing dengan empat ulangan. Penimbangan bobot slab dan lump dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata susut harian tertinggi (6,31%) diperoleh pada slab yang berasal dari lateks dengan KKK paling encer yaitu 20%. Sebaliknya, rata-rata susut harian terendah (2,41%) diperoleh dari sampel lump mangkok dengan KKK awal 56%. Semakin tinggi KKK lateks maka slab yang dihasilkan mempunyai susut bobot yang semakin rendah. Slab dan lump mengalami susut bobot yang tinggi pada 1 – 2 hari pertama masa simpan, dan cenderung menurun secara fluktuatif pada hari-hari berikutnya hingga mendekati bobot tetap. Perhitungan biaya transportasi menunjukkan bahwa, dari tiga kelompok lump, maka kelompok lump dengan masa simpan paling lama (11 – 25 hari) mempunyai biaya transportasi paling rendah sebesar Rp. 448,80 per kg karet kering. Hal yang serupa juga terjadi pada kelompok slab. Semakin lama masa simpan slab dan lump, maka biaya transportasi ke pabrik semakin rendah. Kata kunci: kadar karet kering, susut bobot, lateks, slab, lump Abstract Weight loss of slab and lump is an important factor in the rubber marketing. Inappropriate determination of weight loss will result in an unfair raw rubber marketing. Weight loss information can also serve as a means of internal control over the possibility of loss during delivery to the factory. Weight loss is also related to transportation costs from the plantation to the factory. The study to determine the effect of latex dry rubber content (DRC) to weight loss of slab andlumps, the graphs of the weight loss and its relation with transportation cost. The study used field latex with five variations of DRC (20%, 21%, 23%, 27%, 31%) and lumps, each with four replications. Weighing slab and lump were done every day for 21 days. The results showed that the highest daily-weight-loss-average (6.31%) was obtained from the slab derived from latex with the most dilute DRC of 20%. In contrast, the lowest daily-weight-loss-average (2.41%) was obtained from lumps with an initial DRC of 56%. The higher the DRC, the lower the weight loss of slabs. Slab and lump weight declines rapidly during the early days, Warta Perkaretan 2018, 37 (1), 51-60