JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 6, NO. 2, OKTOBER 2020 JAL | 272 http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap Kajian fungsi sosial-budaya ruang terbuka hijau publik Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan Dinda Hindira Hastita 1 , Silia Yuslim 2* , Marselinus Nirwan Luru 1 1. Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol, Jakarta, Indonesia 2. Prodi Arsitektur Lanskap, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol, Jakarta, Indonesia *E-mail: siliayuslim@trisakti.ac.id Abstract Study of the socio-cultural function of public green open space in Serpong District, South Tangerang City. Urban communities have a variety of activities and routines with high mobility. It takes a balance between busy activities and leisure activities where people have the freedom to communicate and interact in space. The area of public green open space in Serpong District has reached 28% of the total required by Law no. 26 article 29. Most of the green open space is located in certain housing areas, so that its utilization is more focused on residential residents. . Based on these facts, this study aims to discuss the extent to which the socio-cultural functions that must be carried out by public green open space outside of residential areas can meet the needs of people who live outside the existing residential areas. A study on the social functions of public green open space will be carried out in Serpong District, South Tangerang City, with samples of City Forest 2, Health Park, and Peace Park. This study used survey method using data collection instruments in the form of observations and questionnaires which were scored based on a Likert scale. Data analysis technique is using proportion (percentage) or frequency. From the research results, it is known that the social function of public green open space in City Forest 2, Health Park, and Peace Park has been achieved, namely as a communication medium for city residents, describing local cultural expressions, recreation areas, and educational and research facilities. Keywords: public green open space, social-culture functions 1. Pendahuluan Berdasarkan Peraturani Menterii Pekerjaani Umum No. 5 Tahun 2008 tentang iPedoman iPenyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau idi Kawasan Perkotaan, Ruang TerbukaiHijau (RTH) adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. RTH dapat dibedakan menjadi RTH publik dan RTH privat. Keberadaannya diharapkan dapat memiliki fungsi ekologis, fungsi sosial dan budaya, fungsi ekonomi, serta fungsi estetika. Sebagai RTH publik, suatu RTH dapat berperan sebagai sarana utama dalam menjalankan komunikasi antar penghuni untuk menciptakan suatu kehidupan bersama yang disepakati, Joga dan Ismaun (2011). Suatu RTH publik juga, sebaiknya dapat memenuhi kebutuhani masyarakat, seperti relaksasi, dan sebagai wadah bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan aktif atau pasif di luar kegiatan sehari-hari masyarakat, Carr (1992). Untuk itu, RTH publik diharapkan dapat digunakani masyarakat untuk melakukan aktivitas, seperti berinteraksi dengan masyarakat lain, melakukan kegiatan seperti bermain, olahraga, belajar, atau hanya sekadar berjalan (Dollah, 2017; Hariz, 2013; Novitasari, 2019). Selain itu, juga diharapkan dapat digunakan sebagai wadah untuk melakukan aktivitas bersama, komunikasi i sosial, itempat iperalihani dan imenunggu, isebagai sarana dan rekreasi, penghubungi antarai satui tempati dengani tempati lainnya, pembatasi massa bangunan, sarana penelitiani dani pendidikan, saranai untuki menciptakani kebersihan, kesehatan, dani keserasian,i Persada (2019). Hal tersebut sejalan dengan fungsi sosial yang disebutkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5/PRT/M/2008, yaitu sebagai ruang interaksi sosial, sarana rekreasi, dan sebagai landmark kota, serta sebagai wadah interaksi, RTH publik, masyarakat juga dapat memanfaatkannya sebagai wadah rekreasi, olahraga, diskusi dan kegiatan lainnya.