JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B337 Abstrak—Gelombang laut merupakan pergerakan naik dan turunnya muka air laut yang membentuk lembah dan bukit. Pemanfaatan energi gelombang laut untuk sumber energi alternatif sangat cocok diterapkan di Indonesia, dimana luas lautannya mencapai 2/3 dari keseluruhan luas Indonesia. Salah satu cara memanfaatkan energi gelombang laut adalah untuk menghasilkan listrik, atau yang biasa disebut pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL). Pada penelitian ini dibuat simulasi mekanisme PLTG-Air tipe pelampung silinder dengan cantilever piezoelectric sebagai pengkonversi energi mekanik dari gearbox menjadi energi listrik, dimana penelitian yang dilakukan menggunakan skala labolatorium. Cantilever piezoelectric material merupakan material yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan potensial listrik sebagai respon dari tegangan mekanik yang diberikan pada material tersebut. Blade dipasang pada poros keluaran dari gearbox. Blade inilah yang memukul cantilever piezoelectric hingga mengalami defleksi. Defleksi dari cantilever piezoelectric menimbulkan voltase atau energi listrik. Variasi yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah frekuensi gelombang laut (1Hz, 2Hz, dan 3Hz), dan jumlah cantilever piezoelectric ( 1, 3, dan 5). Dari hasil simulasi didapatkan hasil bahwa semakin banyak cantilever piezoelectric yang digunakan, semakin besar energi listrik yang dihasilkan serta semakin besar frekuensi yang diberikan pada mekanisme, semakin kecil energi bangkitan yang dihasilkan. Sehingga nilai daya bangkitan maksimal yang dihasilkan 4.92E-06 Watt dengan menggunakan 5 cantilever piezoelectric pada frekuensi 1Hz. Kata Kunci —Frekuensi, energi listrik, cantilever piezoelectric, PLTG-Air tipe pelampung silinder, gelombang air. I. PENDAHULUAN ELOMBANG laut merupakan pergerakan naik dan turunnya muka air laut yang membentuk lembah dan bukit. Gelombang akan mempunyai bentuk ideal jika mengikuti gerak sinusoidal. Pemanfaatan energi gelombang laut untuk sumber energi alternative sangat cocok diterapkan di Indonesia, dimana berdasarkan UU No.4/PRP/1960 tentang perairan Indonesia, wilayah Indonesia mencapai 5.193.252 km 2 yang terdiri atas 1.890.754 km 2 luas daratan dan 3.302.498 km 2 luas lautan. Dengan kata lain luas lautannya mencapai 2/3 dari keseluruhan luas Indonesia. Inilah yang menjadikan Indonesia berpeluang besar sebagai salah satu negara yang mengembangkan energy harvesting (pemanen energi) dengan memanfaatkan potensi gelombang laut di perairan Indonesia. Salah satu cara memanfaatkan energi gelombang laut adalah untuk menghasilkan listrik, atau yang biasa disebut pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL). Sudah ada beberapa penelitian yang mengembangkan PLTGL ini. Pada penelitan I Made Susanto, 2015[1] dijelaskan tentang pemanfaatan prinsip GGL induksi yang dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode pelampung. Besar GGL induksi dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu jumlah lilitan, kuat medan magnet, dan kecepatan gerak magnet. Sedangkan untuk sistem pembangkit listrik, yang mempengaruhi besar GGL induksi diantaranya terletak pada bentuk pelampung, panjang lengan, massa pelampung dan cepatnya putaran pada transmisi. Fungsi gaya inputan adalah dengan memanfaatkan gaya angkat dari gelombang dan gaya apung dari pelampung. Sedangkan pada kasus pembangkit listrik tenaga gelombang laut, gaya apung dan gaya angkat dari gelombang laut sangat dipengaruhi oleh massa pelampung dan massa dari batang penggeraknya. Pada saat pergerakan turun secara riilnya dapat dimanfaatkan sebagai penggerak generator dengan memanfaatkan gaya berat batang dan gaya berat pelampung. Dimana pada penelitian yang sudah dilakukan I Made voltase yang dihasilkan berasal dari putaran generator, pada penelitian ini digunakan cantilever piezoelectric sebagai pengganti generator. Cantilever piezoelectric material merupakan material yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan potensial listrik sebagai respon dari tegangan mekanik yang diberikan pada material tersebut. Blade dipasang seporos dengan poros keluaran pada gearbox hingga memukul cantilever piezoelectric hingga menyebabkan cantilever piezoelectric terdefleksi. Defleksi dari cantilever piezoelectric inilah yang menimbulkan energi listrik. II. URAIAN PENELITIAN Dalam mekanisme PLTG-Air terdapat komponen penting yaitu lengan pengungkit dan pelampung yang dapat menghasilkan kecepatan sudut dan torsi ketika diberikan input berupa energi gelombang air. Desain untuk peletakan mekanisme PLTG-Air dapat dilihat pada gambar 1(a), dimana Pemodelan dan Analisa Energi Listrik Yang Dihasilkan Mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air (PLTG-AIR) Tipe Pelampung Silinder Dengan Cantilever Piezoelectric Sherly Octavia Saraswati dan Wiwiek Hendrowati Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: wiwiek@me.its.ac.id G