Diterbitkan oleh Balai Besar Industri Hasil perkebunan 27 KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN UNTUK SUBSTITUSI BAHAN PEWARNA ALAMI BATIK Review: Use of Plantations Waste for Substitution of Natural Batik Color Materials Edi Eskak dan Irfa’ina Rohana Salma Balai Besar Kerajinan dan Batik Jl. Kusumanegara No. 7 Yogyakarta e-mail: eskakedi@gmail.com Abstrak: In the beginning, batik making used dyes from natural materials taken from the environment around the craftsmen. The discovery of synthetic dyes with several advantages over natural dyes resulted in switching and use it. Synthetic dyes have several advantages, which are; brighter, various types of colors, strong coloring, stable, not easily wear off, easily obtained, easy to use, and easy to store. However, critics from health and environmental experts state that the use of synthetic dyes can cause health problems and environmental pollution. It makes consumers and batik craftsmen to realize to re-use natural dyes. Natural dyes are non-toxic, biodegradable, environmentally friendly, available in the natural surroundings, easily renewed, and they are not imported materials. One source of natural dyes comes from plantation waste. The waste from plantations those can be used for natural dyes batik are cocoa rind, coconut rind, palm oil shells, rambutan rind, mangosteen rind, guava leaves, mango leaves, and avocado leaves. Increased of public awareness of health and environment safe, making natural dyes as recommended dyes, so that batik products with natural dyes have a better market. Keywords: review, waste utilization, plantation products, natural dyes, batik Abstrak: Produk batik dengan warna alam sedang digemari masyarakat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri dan lingkungan hidup. Pewarna alami memiliki kelebihan yaitu aman untuk kesehatan, aman dalam proses pengerjaannya, tidak mencemari lingkungan, serta tidak perlu impor. Pewarna sintetis lebih praktis penggunaannya, namun berdampak kurang baik terhadap kesehatan, limbahnya termasuk berbahaya dan mencemari lingkungan, serta merupakan bahan impor. Kendala pewarna alami untuk batik adalah masih terbatasnya pasokan bahan dikarenakan masih mengambil dari kebun atau hutan. Oleh karena itu perlu dicari pewarna alami dari sumber lain yang ketersediaannya melimpah dan kontinuitas pasokannya lancar yakni memanfaatkan limbah perkebunan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis limbah perkebunan yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pewarna alami batik. Limbah dipilih dari sisa buangan dari proses pengupasan buah dan limbah buangan dari pemeliharaan tanaman, sehingga murah dan tidak merusak tanaman produktif. Kata kunci: kajian, pemanfaatan limbah, hasil perkebunan, pewarna alami, batik PENDAHULUAN Dewasa ini penggunaan zat pewarna alami untuk batik digemari kembali. Pada mulanya pewarnaan batik tradisional menggunakan zat pewarna alami yang diambil dari lingkungan sekitar pengrajin (Gardjito, 2015). Batik merupakan kain bermotif hias yang proses pembuatannya melalui pewarnaan kain dengan menggunakan teknik celup