Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 05 Number 01 2021 ISSN: Print 2549-4511 Online 2549-9092 http://ojs.unpatti.ac.id/index.php/bkt 8 KEBUTUHAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA REMAJA: BERDASARKAN SURVEI PERSEPSI PENDIDIKAN SEKSUAL UNTUK REMAJA Ipah Saripah 1 , Nadia Aulia Nadhirah 2 , Pepi Nuroniah 3 , Rina Nurhudi Ramdhani 4 , Lucky Angkawidjaja Roring 5 1,2,3,4 Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Pendidikan Indonesia 5 Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Universitas Pendidikan Indonesia Email: Ipah_bk@upi.edu 1 , nadia.aulia.nadhirah.@upi.edu 2 , pepinuroniah@upi.edu 3 , rinanurhudiramdhani@upi.edu 4 , Lucky.loring@upi.edu 5 ABSTRAK Pendidikan seksual masih dianggap tabu oleh masyarakat, yang berdampak pada remaja memiliki pengetahuan tentang pendidikan seksual yang kurang. Akibatnya, remaja melakukan pencarian tentang “seks” dari sumber yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pendidikan seksual remaja berdasarkan hasil survei persepsi pendidikan seksual remaja. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMA dan SMK di Bandung. Sampel penelitian diambil menggunakan sampel non-probabilitas dengan teknik random sampling, sehingga didapatkan 618 responden. Pengumpulan data didapatkan dari penyebaran instrumen persepsi pendidikan seksual pada remaja dan Focus Group Discussion (FGD) bersama guru-guru pada sekolah yang dijadikan responden. Analisis pengolahan data dilakukan dengan penentuan kelompok siswa dengan kategori dimulai dengan konversi skor mentah menjadi skor matang dan menggunakan batas ideal yang ditentukan serta berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa remaja SMA dan SMK di kota Bandung telah memiliki persepsi pendidikan seksual pada kategori sehat. Artinya, remaja memiliki persepsi yang positif terhadap pendidikan seksual. Sehingga remaja seyogyanya orang yang dianggap lebih dewasa mampu memberikan pendidikan seksual yang tepat guna memfasilitasi peningkatan dorongan atau hasrat seksual untuk disalurkan pada kegiatan yang lebih positif dalam pengembangan diri remaja. Pendidikan seksual sehat harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan, perkembangan remaja, nilai dan norama yang berlaku di masyarakat atau pendidikan sexsual secara konprehensif. Kata Kunci: Remaja, Pendidikan Seksual Komprehensif, Persepsi Pendidikan Seksual, Rasch Model PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa eksplorasi seksual sebagai identitas seorang individu. Perkembangan hasrat seksual yang dialami remaja, menjadi sebuah kekhawatiran bagi remaja tentang daya tarik mereka terhadap lawan jenis (Papathanasiou & Lahana, 2007). Seksualitas merupakan komponen perkembangan fisik yang alami dari sifat manusia dan merupakan elemen yang tidak terpisahkan dari setiap individu. Perilaku seksual menggerakan diri individu untuk