Agripet Vol 17, No. 2, Oktober 2017 132 Persepsi Peternak Sapi Potong terhadap Budaya Lokal “Suku Bugis” Terkait Aksesibilitas Pembiayaan (Perception of beef cattle breeders to local culture of buginese tribe related financing accessibility) Aslina Asnawi 1 , Andi Amidah Amrawaty 1 dan Nirwana 2 1 Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin ABSTRAK Pembiayaan pada peternak sapi potong masih merupakan determinan berkembangnya usaha peternakan. Salah satu yang menjadi penilaian bagi kreditur terutama lembaga formal adalah karakter yang baik. Artikel ini menganalisis persepsi peternak sapi potong terhadap budaya lokal suku Bugis dan dikaitkan dengan aksesibilitas pembiayaannya. Nilai-nilai budaya yang dianut oleh masyarakat sangat menentukan pembentukan karakter seseorang. Karakter perlu diperkuat karena dipertimbangkan oleh kreditur untuk menilai kelayakan calon debitur. Sementara persyaratan lainnya agak sulit dipenuhi oleh peternak seperti: collateral, capacity, dan capital. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang mayoritas suku Bugis. Jumlah peternak yang diwawancarai sebanyak 70 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan analisis statistik deskriptif. Persepsi peternak terhadap nilai-nilai budaya seperti: kejujuran (alempureng), kecendekiaan (amaccang), kepatutan (asitinajang), keteguhan (agettengeng), usaha (reso) dan harga diri (siri’) adalah sangat positif dan setuju bahwa keenam hal tersebut dianggap sangat menentukan kemampuannya dalam mengakses pembiayaan. Budaya lokal tersebut perlu dijaga, dibina dan diperkuat untuk meningkatkan kepercayaan pemberi pinjaman baik lembaga formal maupun informal sehingga akses pembiayaan dapat meningkat. Kata kunci: Budaya lokal, persepsi, peternak sapi potong, aksesibilitas pembiayaan ABSTRACT Financing on beef cattle farmers is still a determinant of the development of livestock business. One of the assessments for creditors, especially formal institutions is a good character. This article analyzes the perception of beef cattle ranchers to the local culture of the Bugis tribe and associated with the accessibility of its financing. Cultural values adopted by the community determine the formation of a person's character. The character needs to be strengthened because it is considered by creditors to assess the feasibility of prospective borrowers. While other requirements are rather difficult to be met by breeders such as: collateral, capacity, and capital. This research was conducted in Bone Bugis district of South Sulawesi. The number of farmers interviewed as many as 70 people. This research is descriptive research and use descriptive statistical analysis. Farmers 'perception of cultural values such as: honesty, intellect, propriety, perseverance, business and self-esteem are very positive and agree that these six things are considered determine its ability to access financing. The local culture needs to be maintained, nurtured and strengthened to increase the trust of both formal and informal lenders so that access to finance can increase. Keywords: Local culture, perception, accessibility financing 2017 Agripet : Vol (17) No. 2 : 132-138 PENDAHULUAN 1 Pembiayaan merupakan salah satu faktor yang menunjang kemampuan usaha peternakan Corresponding author : aslinaasnawi@unhas.ac.id DOI : https://doi.org/10.17969/agripet.v17i2.8070 di beberapa daerah termasuk usaha peternakan sapi potong. Namun aksesibilitas pembiayaan peternak sangat beragam tergantung dari beberapa faktor. Khusus untuk lembaga pembiayaan formal dipengaruhi oleh kemampuannya dalam mencari informasi