Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia 26 MAKNA DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MANTRA SEMAR MESEM DI DESA BURENG KUMARA PASHA I. 1 , WAHAB SULHAN 2 , dan WAHYU SAHRUL H. 3 Prodi PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Malang kumarapasha.i@gmail.com 1 , wahabsulhan@gmail.com 2 , wahyuv743@gmail.com 3 Abstrak Mantra merupakan susunan kata yang berunsur puisi seperti rima dan irama yang dianggap mengandung kekuatan gaib. Mantra biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Salah satunya mantra ajian semar mesem yang sering digunakan masyarakat untuk menarik perhatian dari lawan jenis. Mantra semar mesem ini biasanya diperoleh dari paranormal atau dukun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan persepsi masyarakat Desa Bureng terhadap mantra ajian semar mesem di kehidupan sehari-hari. Sumber data yang digunakan yaitu mantra ajian semar mesem. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teori hermeneutika yang bertujuan untuk mengetahui sebuah makna dari mantra ajian semar mesem. Data yang dikumpulkan berupa mantra dan persepsi masyarakat beserta maknanya terhadap mantra ajian semar mesem. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa mantra yang diperoleh dari salah seorang dukun Desa Bureng. Hasil dari penelitian ini adalah makna, fungsi, dan persepsi masyarakat Desa Bureng terhadap mantra ajian semar mesem yang banyak dari masyarakat desa tersebut belum mengetahui sebab akibat apabila mereka mengamalkannya.. Kata kunci: ajian semar mesem, makna, persepsi masyarakat Abstract Mantra is a wording with poetic elements such as rhymes and rhythms that are supposed to contain supernatural powers, spells are usually pronounced by shamans or handlers to match other magical powers. One of them is the semar mesa mantra that people often use to attract the attention of the opposite sex, the semar mantra this mesem is usually obtained from paranormal or dukun.Tujuan this r esearch is to know the meaning and perception of the community of Bureng village against the spell ajian semar mesem in daily life. The source of data used is ajian semar mesem mantra.This research using qualitative research methods using the theory hermeneutics which aims to know a meaning of amantra ajian semar mesem. The data collected in the form of mantras and public perceptions along with their meanings to the semian ajir mantra mesem.Sumber of data used in this study in the form of mantras obtained from one shaman Bureng village. The results of this research is the meaning, function and perception of the community of Bureng Village against the spell of ajian semar mesem that many of the villagers do not know the cause and effect if they practice it. Keywords: ajian semar mesem, meaning, perception society