JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 7, No. 1 (2018) 2337-3520 (2301-928X Print) D18 Abstrak—Pertumbuhan Industri Kosmetik Indonesia bertumbuh secara positif setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik demografis pengguna kosmetik merek asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-konklusif dengan menggunakan pengumpulan data yang bersifat multi cross-sectional. Data penelitian ini diperoleh menggunakan survei kuesioner yang disebar di Surabaya dan menghasilkan 473 responden pengguna kosmetik aktif yang pernah menggunakan kosmetik merek asing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan karakteristik demografi yang ada pada pengguna kosmetik aktif yang pernah menggunakan kosmetik asing. Kata Kunci—Kosmetik, Merek Asing, Demografi. I. PENDAHULUAN ASAR kosmetik global tahun 2017 diperkirakan mencapai nilai 4212 triliun rupiah atau 4,2 kuadriliun rupiah yang sebelumnya berada pada nilai 3,95 kuadriliun rupiah [1]. Nilai ini diperkirakan akan terus bertumbuh hingga nilai 5,8 kuadriliun rupiah pada tahun 2022 [2]. Wilayah Asia Pasifik memiliki kontribusi terbesar dalam pertumbuhan pasar kosmetik global. Indonesia merupakan wilayah paling berkembang dengan angka annual compound growth rate terbesar, yang kemudian disusul India di tempat kedua. Industri kosmetik Indonesia mencapai nilai 36 triliun p-iorupiah pada 2017 yang naik sebesar 12 persen dari tahun 2016 [2]. Serta business value pasar kosmetik Indonesia diperkirakan akan mencapai angka 100 triliun pada 2020 [3]. Industri kosmetik Indonesia terdiri atas produk asing dan produk lokal yang beredar di pasar kosmetik Indonesia. Namun dari banyaknya produk kosmetik yang beredar di Indonesia hanya 14.658 yang merupakan produk lokal dari keseluruhan 36.642 produk yang tersebar berdasarkan data BPOM. Selain itu, dari keseluruhan produk lokal yang beredar 70% bahan baku dari keseluruhan bahan baku didapatkan melalui impor [4]. Sehingga dirasakan kosmetik lokal perlu meningkatkan daya saingnya, dengan ketatnya persaingan dengan produk asing yang masuk ke pasaran dengan strategi yang tepat. Jenis kosmetik yang diteliti merupakan kosmetik yang diaplikasikan pada wajah. Berdasrkan bagian wajah, terdapat jenis kosmetik mata, kosmetik bibir dan kosmetik wajah [5]. Pembelian kosmetik tidak terlepas dari faktor- faktor yang mempengaruhi di dalamnya. Persepsi konsumen merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Merek memainkan peranan yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dan mengidentifikasi kondisi dalam proses tersebut [6]. Tabel 1 Deskriptif Demografi Responden Profil Frekuensi Persentase (%) Usia 17 - 20 Tahun 134 28.32 21 - 25 Tahun 334 70.60 > 25 Tahun 5 1.06 Pendidikan SMA/Sederajat 300 63.41 Diploma 41 8.67 Sarjana 127 26.84 Pascasarjana (S2/S3) 3 0.63 Lainnya 2 0.42 Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 405 85.61 Wiraswasta 8 1.69 Pegawai Swasta 25 5.28 Pegawai BUMN 4 0.85 Ibu Rumah Tangga 3 0.63 PNS 2 0.42 Lainnya 26 5.50 Pemasukan < Rp 2.000.000 342 72.29 Rp 2.000.000 - Rp 3.200.000 77 16.28 Rp 3.300.000 - Rp 5.000.000 37 7.82 Rp 5.000.000 - Rp 7.500.000 10 2.11 > Rp 7.500.000 7 1.48 Total 473 100 Dengan pertumbuhan kosmetik asing yang positif dan signifikan, perlu diketahui, apa saja yang menyebabkan kosmetik asing mampu lebih berkembang dibandingkan dengan kosmetik lokal melalui pendekatan perspektif konsumen terhadap niat beli. Pada penelitian sebelumnya membahas niat beli konsumen pada produk dengan merek global melalui persepsi konsumen dari berbagai sisi prestige dan kualitas [6][7]. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Xie meneliti perbandingan secara langsung produk lokal dan global terhadap behavioral intention melalui aspek brand identity expressiveness, brand quality, brand prestige dengan mediasi brand trust dan brand affect [8]. II. TINJAUAN PUSTAKA Kosmetik Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan bagian luar) atau gigi dan membran mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik [9]. Dalam industri kosmetik Indonesia terdapat merek asing dan merek lokal, merek asing diasosiasikan dengan merek global. Analisis Deskriptif Pengguna Kosmetik Aktif di Surabaya Navitasari Nabila, Gunawan Janti, dan Persada, S.F. Departemen Manajemen Bisnis, Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: satriafadil@mb.its.ac.id P