Farinendya, dkk. Amerta Nutr (2019) 298-304 298 DOI: 10.2473/amnt.v3i4.2019. 298-304 ©2019. Farinendya, dkk. Open access under CC BY SA license. Received: 11-07-2019, Accepted: 19-08-2019, Published online: 27-12-2019. doi: 10.20473/amnt.v3.i4.2019 298-304, Joinly Published by IAGIKMI & Universitas Airlangga Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Dan Siklus Menstruasi Dengan Anemia Pada Remaja Putri The Correlation of Nutrition Adequacy Level and Menstrual Cycle with Anemia Among Adolescent Girls Arnoveminisa Farinendya* 1 , Lailatul Muniroh 2 , Annas Buanasita 3 ABSTRAK Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang rentan terjadi pada remaja putri. Kurangnya asupan zat gizi dan kehilangan darah pada saat menstruasi dapat menjadi penyebab anemia pada remaja putri. Tujuan: Melakukan analisis korelasi hubungan tingkat kecukupan zat gizi (zat besi, protein, vitamin C, seng) dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Cross sectional adalah desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Populasi yang digunakan sebanyak 397 siswi siswi SMAN 3 Surabaya, 206 siswi kelas X dan 191 siswi kelas XI. Besar sampel sebanyak 78 orang dipilih secara proportional random sampling dari kelas X sebanyak 40 siswi dan kelas XI sebanyak 38 siswi. Data tingkat kecukupan zat gizi didapatkan melalui kuesioner SQ-FFQ dan dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Data siklus menstruasi didapatkan melalui kuesioner terstruktur. Data anemia didapatkan dari pemeriksaan kadar hemoglobin dengan menggunakan alat hemoglobinometer digital (easy touch). Analisis statistik menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil: Tingkat kecukupan protein (p=0,031) dan vitamin C (p=0,020) berhubungan dengan anemia. Tingkat kecukupan zat besi (p=0,416), seng (p=0,392), dan siklus menstruasi (p=0,731) tidak berhubungan dengan anemia. Kesimpulan: Remaja putri yang memiliki tingkat kecukupan protein dan vitamin C cukup akan menurunkan risiko terkena anemia. Oleh karena itu, remaja putri dianjurkan untuk mempertahankan asupan protein dan vitamin C untuk mencegah kejadian anemia. Kata Kunci: anemia, siklus menstruasi, remaja putri, protein, vitamin C. ABSTRACT Background: Anemia is nutrition problem that risk in adolescent girls. Anemia can be caused by lack of nutrition and blood loss when menstruation. Objective: Analyze the correlation nutrition adequacy level (iron, protein, vitamin C, zinc) and menstrual cycle with anemia in adolescent girls. Methods: Cross sectional design was the design used in this research. The population was 397 subjects’ female students in Senior High School 3 Surabaya, 206 subjects’ grade X and 191 subjects grade XI. The sample studied was 78 subjects selected by proportional random sampling of grade X 40 subjects and grade XI 38 subjects. The nutrition adequacy level data was obtained by Semi Quantitative Food Frequency Questionnaires (SQ-FFQ) and compared to Recommended Dietary Allowances (RDA). The data menstrual cycle was gained by structured questionnaires. Data of anemia was gained by hemoglobin concentration which measured by digital hemoglobinometer (easy touch). The statistical test used chi square test. Result: Protein adequacy level (p=0.031) and vitamin C (p=0.020) were relationship with anemia. Iron adequacy level (p=0.416), zinc (p=0.392), and menstrual cycle (p=0.731) were no relationship with anemia. Conclusion: Adolescent girls who had adequate intake of protein and vitamin C will reduce the risk of anemia. Therefore, adolescense girls are encouraged to maintain intake of protein and vitamin C to prevent anemia. Keywords: anemia, menstrual cycle, adolescent girls, protein, vitamin C. Koresponden: arnoveminisa.farinendya-2015@fkm.unair.ac.id 1,2 Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga 3 Akademi Gizi Surabaya RESEARCH STUDY Open Access