Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 15 (3) (2012) : 88 – 93 88 ISSN: 1410-8917 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi 15 (3) (2012) : 88 – 93 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Journal of Scientific and Applied Chemistry Journal homepage: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ksa Isolasi, Identifikasi dan Uji Sitotoksik Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Etil Asetat Daun Binahong (Anredera Cordiforlia (Tenns) Stennis) Windi Susmayanti a , Enny Fachriyah a* , Dewi Kusrini a a Organic Chemistry Laboratory, Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang * Corresponding author: enny.fachriyah@live.undip.ac.id Article Info Abstract Keywords: separation, Madeira vine, Anredera cordifolia (Ten). Steenis, Aurones Separation of flavonoid compound, identification and toxic test from leaves of Madeira Vine (Anredera cordiforlia (Tenns) Stennis) have been conducted. Separation was carried out by Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, and preparative Thin Layer Chromatography. Purity test carried out by chromatography Layer Thin and two dimension Thin Layer Chromatography. Identification carried out by UV-Vis Spectrometry and shift reagent, and toxic testing carried out by BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Ethyl Acetate Extract and fraction B column chromatography contain flavonoid compound. Identification isolate using UV-vis and shift reagent showed wavelength 377 nm (band I) and 438 nm (band II). Flavonoid isolate showed Aurones. The structure name of isolate is 4’,6,7 Tri-hydroxyl Aurones. Cytotoxic test showed that n-hexan extrac, ethylacetate extract, ethanol extract haven’t activity because no toxic with LC50 591,68 ppm , LC50 611,706 ppm, LC50 1479,151 ppm and fraction B column chromatography have midly toxic activity with LC50 58,447 ppm. Abstrak Kata kunci: pemisahan, binahong, Anredera cordifolia (Ten). Steenis., Auron Telah dilakukan isolasi, identifikasi dan uji sitotoksik senyawa flavonoid dari ekstrak etil asetat daun binahong (Anredera cordiforlia (Tenns) Stennis). Pemisahan dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT), Kromatografi kolom, KLT Preparatif. Pengujian kemurnian dilakukan KLT dan KLT 2 dimensi. Analisis dilakukan dengan analisis spektrometri UV-Vis dengan pereaksi geser, sedangkan pengujian sitotoksik menggunakan BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Ekstrak etil asetat dan fraksi B hasil kolom mengandung senyawa flavonoid. Analisis isolat menggunakan spektrometri UV- Vis dengan pereaksi geser menunjukkan panjang gelombang 377nm (pita I) dan 438 nm (pita II) merupakan golongan auron dan senyawa yang terkandung adalah 4’,6,7 trihidroksi Auron. Uji sitotoksik menunjukkan hasil ekstrak n-heksana, ekstrak etanol, ekstrak etil asetat tidak bersifat toksik dengan masing-masing LC50 591,68 ppm , LC50 1479,151 ppm LC50 611,706 ppm, dan hasil fraksi B kolom bersifat sedikit toksik dengan LC50 58,447 ppm. 1. Pendahuluan Penggunaan obat tradisional cenderung meningkat. Hal ini menandai bahwa kesadaran masyarakat kembali kealam (back to nature) untuk mengatasi penyakit. Salah satu cara untuk memproduksi obat tradisional adalah isolasi senyawa obat langsung dari tanaman obat [1]. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa obat adalah Binahong (Anredera cordiforlia (Tenns) Stennis). Binahong merupakan salah satu tanaman obat yang banyak tumbuh dan digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Bagian yang sering