LOKABASA
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta Pengajarannya
Volume 11, No. 1, April - 2020, Hal. 38-49
p-2338-6193 (print) | e-2528-5904 (online)
Article URL: http://ejournal.upi.edu/index.php/lokabasa
doi: https://doi.org/10.17509/jlb.v11i1
Copyright ©2020 Universitas Pendidikan Indonesia. All rights reserved.
38
Pengalaman Fenomenologis Pertunjukan Reog Ponorogo
dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter
Fina Yuni Sriana, Trisakti, Setyo Yanuartuti
Program Pascasarjana Pendidikan Seni Budaya, Universitas Negeri Surabaya
finayunisriana@yahoo.com
Article History: Diterima (05 November 2019); Diperbaiki (27 Desember 2019); Disetujui (15 Januari
2020); Published (30 April 2020)
How to cite (in APA Style): Sriana, F. Y., Trisakti, Yanuartuti, S. (2020). Pengalaman Fenomenologis
Pertunjukan Reog Ponorogo dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Karakter. Lokabasa, 11(1), 38-49.
doi: https://doi.org/10.17509/jlb.v11i1.25193
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang relevansi pendidikan karakter melalui seni tradisi di
Indonesia, dalam hal ini adalah Reog di Kabupaten Ponorogo. Lebih lanjut, penelitian ini juga
mengeksplorasi pendidikan karakter melalui fenomenologi penubuhan dan transformasi pengalaman ke
dalam pendidikan karakter yang terjadi ketika individu mengapresiasi pertunjukan Reog Ponorogo.
Metode penelitian ini menggunakan kualitatif naturalistik, dengan pendekatan fenomenologis terhadap
fenomena Reog Ponorogo dan keterkaitannya dengan pendidikan karakter. Data yang didapatkan dari
observasi, wawancara, dan studi dokumentasi selanjutnya dianalisis secara deskriptif tentang keseja-
rahan Reog Ponorogo, pertunjukannya, pengalaman-pengalaman, dan relevansinya terhadap pendidikan
karakter. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman fenomenologis atas pertunjukan Reog Ponorogo memi-
liki relevansi terhadap pendidikan karakter dan pendidikan budaya melalui pendidikan yang memainkan
peran utama dalam transmisi budaya. Pendidikan nasionalisme kearifan lokal juga dapat dijelaskan de-
ngan baik oleh pertunjukan Reog Ponorogo melalui metafor-metafor dalam pertunjukannya sebagai
simbol aspek yang akan dijelaskan kepada masyarakat. Terdapat pendidikan karakter di dalam pertunju-
kan Reog Ponorogo yang menciptakan suasana transformasi seni budaya menuju pendidikan karakter
dengan mengembangkan lingkungan di mana pendekatan budaya sangat dipertimbangkan dan diper-
siapkan dengan keterampilan serta praktik budaya sebagai pendukung media belajar generasi muda.
Kata Kunci: pendidikan karakter; pengalaman fenomenologis; pertunjukan; Reog Ponorogo
Phenomenological Experience of Reog Ponorogo Performance
and Its Relevance to Character Education
Abstract: This study discusses the relevance of character education through traditional arts in
Indonesia, in this case, Reog in Ponorogo Regency. Furthermore, this research also explores character
education through the phenomenology of the body and the transformation of experience into character
education that occurs when individuals appreciate the performance of Reog Ponorogo. This research
method uses naturalistic qualitative, with a phenomenological approach to the Reog Ponorogo
phenomenon and its relationship to character education. Data obtained from observations, interviews,
and subsequent documentation studies were analyzed descriptively about the history of Reog Ponorogo,
its performances, experiences, and its relevance to character education. The results show that the
phenomenological experience of the Reog Ponorogo show has relevance to character education and
cultural education through education which plays a major role in cultural transmission. The education
of local wisdom nationalism can also be well explained by the Reog Ponorogo show through the
metaphors in the show as a symbol of aspects that will be explained to the public. There is character
education in the Reog Ponorogo performance which creates an atmosphere of the transformation of
cultural arts and culture towards character education by developing an environment in which cultural
approaches are highly considered and prepared with cultural skills and practices as supporting the
learning media of the younger generation.
Keywords: character building; performing arts; phenomenological experience; Reog Ponorogo