TATA LOKA
VOLUME 21 NOMOR 4, NOVEMBER 2019, 669-677
© 2019 BIRO PENERBIT PLANOLOGI UNDIP
P ISSN 0852-7458- E ISSN 2356-0266
DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.21.4.669-677
T A T A
L O K A
ANALISIS SPASIAL KEMISKINAN DENGAN
PENDEKATAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED
REGRESSION: STUDI KASUS KABUPATEN
PANDEGLANG DAN LEBAK
Analysis Spatial of Poverty using Geographically Weighted
Regression Approach: Case Study of Pandeglang and Lebak
Regencies
Sukanto
1
, Bambang Juanda
2
, Akhmad Fauzi
2
and Sri Mulatsih
2
Diterima: 5 Maret 2018 Disetujui: 17 Agustus 2018
Abstrak Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama dalam pembangunan baik di tingkat
nasional maupun daerah. Program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan belum
memperhatikan aspek spasial sehingga kebijakan yang diambil sering kurang tepat sasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola spasial kemiskinan di Kabupaten Pandeglang dan
Lebak. Metode yang digunakan adalah geographically weighted regression (GWR) dengan
data kemiskinan tahun 2016. Hasil studi menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan
berkelompok pada 25 kecamatan. Variabel angka partisipasi murni cenderung menurunkan
kemiskinan di semua kecamatan. Sementara itu, variabel dana desa, listrik dan jalan
cenderung menurunkan angka kemiskinan pada lebih dari 80% kecamatan. Respon terhadap
variabel bebas berbeda di setiap kecamatan amatan. Oleh karena itu, program pengentasan
kemiskinan tiap kecamatan disesuaikan dengan masing-masing faktor yang berpengaruh.
Kata Kunci: Spasial Autokorelasi, GWR, Kemiskinan, Kecamatan
Abstract: Poverty is a main problem both at the national and regional development. Existing
poverty alleviation programs have not paid attention to the spatial aspect, thus the policies are
often poorly targeted. This study aims to find spatial patterns of poverty in Pandeglang and Lebak
districts. Geographically weighted regression (GWR) are used to analysis poverty data of 2016.
Based on the analysis, positive spatial autocorrelation are found and clustered in 25 sub-districts.
Net enrollment rates tend to reduce poverty in all sub-districts. Meanwhile, village funds,
electricity and roads tend to reduce poverty rates in more than 80% of sub-districts. Independent
variables has different response in each sub-district. Therefore, the poverty alleviation program of
each sub-district is adjusted to its influencing factor.
Keywords: Autocorrelation spatial, GWR, poverty, sub-district
PENDAHULUAN
Kemiskinan masih menjadi fokus utama bagi setiap negara khususnya negara
berkembang. Pada tingkat dunia, agenda pengurangan kemiskinan terlihat dari dokumen
1
Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya
2
Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, Institut Pertanian Bogor
Korespondensi: soekanto0813@gmail.com