220 Vol. 1 No. 1 April 2018, Hal. 220-225 Special Issues Jurnal Pendidikan Berkarakter ISSN 2615-1421 | FKIP UM Mataram EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TGT DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD Roy Hermawan 1 , Theresia Sri Rahayu 2 , Wasitohadi 3 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana, royhermawan96@gmail.com 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana, th.rahayu@gmail.com 3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana, wasitohadi@staff.uksw.edu INFO ARTIKEL ABSTRAK RiwayatArtikel: Diterima: 23-03-2018 Disetujui: 06-04-2018 Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara model pembelajaran STAD dengan model pembelajaran TGT ditinjau dari keaktifan belajar matematika siswa kelas 4 SD. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu ( quasi experiment). Hasil Uji-T menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran STAD. Hal ini dapat dibuktikan dari data yang diperoleh Uji-T menunjukkan t hitung > t tabel yaitu 2,216 > 2,021, maka H o ditolak dan H a diterima. Dengan demikian keaktifan belajar matematika dalam penerapan model pembelajaran TGT lebih efektiv daripada model pembelajaran STAD. Abstract:T The purpose of this study to determine the difference in effectiveness between STAD learning model with TGT learning model in terms of the activity of learning mathematic grade 4 elementary school. This type of research is a quasi experiment (quasi experiment). The T-Test results show that TGT learning model is more effective than STAD learning model. This can be proven from the data obtained T-test shows t arithmetic > t table is 2.216> 2.021, then Ho is rejected and Ha accepted. Thus the active learning of mathematic in the application of TGT learning model is more effective than STAD learning model. Kata Kunci: STAD TGT Keaktifan Belajar Matematika —————————— —————————— A. LATAR BELAKANG Matematika bukan hanya suatu ilmu yang akan dihadapi dalam pembelajaran di bangku sekolah saja, tetapi matematika menjadi dasar untuk dapat mengembangkan berbagai jenis teknologi. Daya pikir manusia juga dapat berkembang dan semakin maju karena peran matematika. Oleh karena itu, salah satu mata pelajaran utama dalam jenjang sekolah dasar adalah matematika. Menurut Yustinus (2017: 2-3) matematika adalah suatu struktur yang terorganisir dari pengetahuan yang mana setiap pendekatan atau langkahnya diasumsikan secara logis dari pendekatan dan langkah sebelumnya yang sudah dibuktikan. Sedangkan menurut Wahyudi & Siswanti (2015: 26) matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan geometri yang dapat disampaikan melalui simbol-simbol dimana memerlukan keterampilan berpikir resional dan bernalar dalam mengamati sebuah pola yang dapat dipecahkan dengan cara berpikir deduktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan geometri yang dapat disampaikan melalui bahasa simbol, ilmu tentang pola yang teratur, struktur yang terorganisir yang mana setiap pendekatan atau langkah diasumsikan secara logis dengan pembuktian menggunakan cara berpikir deduktif. Pembelajaran matematika dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide-ide atau gagasan dengan menggunakan simbol, diagram, tabel, dan media lainaya. Menurut Yustinus (2017: 5) mata pelajaran matematika bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) mamahami konsep dari matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep tersebut secara akurat, luwes, tepat, dan efisien dalam menyelesaikan suatu permasalahan. (2) meggunakan penalaran terhadap pola dan sifat, melakukan menipulasi dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan ide dan pernyataan matematika. (3) memecahkan masalah yang berkaitan dengan kemampuan mamahami masalah, merancang model, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh dari suatu masalah. (4) mengkomunikasikan ide-ide atau gagasan dengan simbol, diagram, tabel, dan media lainya untuk memperjelas suatu keadaan atau suatu masalah. (5) mempunyai sikap menghargai kegunaan matematika terhadap kehidupan, yaitu rasa ingin tahu, minat, dan perhatian dalam mempelajari matematika, serta sikap yang ulet dan selalu percaya diri dalam memecahkan suatu masalah. Dalam pembelajaran matematika khususnya materi bangun segi banyak, harus dapat