493 Pemanfaatan Museum Keraton Sambaliung untuk Meningkatkan Pemahaman Sejarah Siswa Zulkifli Randa 1 , Ari Sapto 1 , Blasius Suprapta 1 1 Pendidikan Sejarah-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 31-10-2019 Disetujui: 17-04-2020 Abstract: The purpose of this study is to describe the potential use of palace palace as a source of learning, and to find out the historical understanding of students of class X Social High School students. The research method uses Mixed Methods with Sequential Exploratory design. Starting with qualitative research and continuing with quantitative research. The instrument used was a questionnaire. Semple of the research are students of class X IPS I of SMAN 4 Berau. The results showed that the potential of Sambaliung Palace is available as a source of historical learning to support the learning process. The results of data analysis showed that the treatment utilizing Sambaliung Palace as a source of learning could increase students' historical understanding with a probability of 0,000. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan potensi pemanfaatan meseum keraton sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui pemahaman sejarah peserta didik kelas X IPS SMAN. Metode penelitian menggunakan Mixed Methods dengan desain Sequential Exploratory. Dimulai dengan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Sampel penelitian yaitu siswa kelas X IPS I SMAN 4 Berau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi museum keraton Sambaliung cukup tersedia sebagai sumber belajar sejarah untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan memanfaatkan meseum keraton Sambaliung sebagai sumber belajar dapat meningkatkan pemahaman sejarah siswa peserta didik dengan probabilitas sebesar 0,000. Kata kunci: sambaliung palace; historical understanding; learners; keraton sambaliung; pemahaman sejarah; peserta didik Alamat Korespondensi: Zulkifli Randa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang Jalann Semarang 5 Malang E-mail: zulkifli.rsman4berau@gmail.com Mata pelajaran sejarah merupakan salah satu wadah untuk mewariskan kebudayaan yang terjadi di masa lalu. Pembelajaran sejarah sebagai salah satu wadah untuk mewariskan kebudayaan tersebut bukan hanya sejarah nasional, tetapi sejarah lokal yang ada di daerah juga perlu disampaikan (Bahri, 2015). Sumber belajar menjadi sangat penting bagi seorang guru karena dapat membuat siswa dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan kegiatan pembelajaran. Sumber belajar dapat dengan mudah dan murah kita dapatkan di lingkungan sekitar kita dengan pengoptimalan yang baik (Nur, 2012). Masalah yang kerap muncul di sekolah yaitu pelajaran sejarah terfokus melalui buku atau kegiatan di dalam kelas sehingga tidak sejalan dengan tujuan belajar yaitu interaksi siswa dengan masalah-masalah baru yang dilakukan di sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat (Yusuf dkk, 2018). Pembelajaran sejarah betujuan untuk membangkitkan kesadaran sejarah nasional, tetapi sebelum mengenal sebuah sejarah yang bersifat nasional siswa hendaknya mengetahui sejarah yang terjadi di lingkungannya. Melalui pembelajaran sejarah local siswa mendapatkan nilai sejarah yang ada disekitarnya. Dengan sejarah lokal, siswa dapat mengetahui tentang fakta sejarah di lingkungan tempat tinggal siswa yang kemudian dilanjutkan dengan fakta sejarah yang besifat nasional (Jumardi, 2017). Sejarah lokal juga dapat berperan menjadi pelestarian warisan budaya pada generasi muda yang didasari pada prinsip bahwa masyarakat mendapatkan nilai positif, yaitu untuk jati diri bangsa, perkembangan ilmu pengetahuan, dan untuk sektor parawisata (Winaya, 2015). Dengan berinteraksi dengan lingkungannya siswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang apa yang terjadi di sekitarnya ataupun di lingkungan sosialnya (Sutarjo, 2013). Hal penting dalam pembelajaran sejarah yakni dapat menumbuhkan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana sejarah terbentuknya bangsa Indonesia dengan proses yang panjang dan masih berlanjut hingga sekarang dan berguna bagi masa yang akan datang (Karyono, 2010). Permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sejarah ialah mengenai pengelolaan dan pelestarian budaya kepada generasi muda. Kurangnya pemanfaatan berbagai peninggalan-peninggalan besar di Indonesia juga merupakan sebuah masalah dalam pembelajaran sejarah. seperti peninggalan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia berupa keraton, candi, dan lain sebagainya (Rosyadi dkk, 2015). Seperti peninggalan kesultanan Sambaliung berupa keraton yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 5 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2020 Halaman: 493497