SEMINAR NASIONAL GEOGRAFI UMS 2015 <Ahmad Cahyadi dkk.>; <Analisis Evolusi Hidrogeokimia Airtanah di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu]> ANALISIS EVOLUSI HIDROGEOKIMIA AIRTANAH DI PULAU KORAL PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU Ahmad Cahyadi, Tjahyo Nugroho Adji dan Muh Aris Marfai Jurusan Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Email: ahmadcahyadi@geo.ugm.ac.id ABSTRAK Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau koral sangat kecil yang terdapat di Gugusan Kepualauan Seribu. Kedudukannya sebagai ibukota kabupaten menyebabkan jumlah penduduk semakin meningkat. Kondisi ini kemungkinan menyebabkan terjadinya penurapa airtanah yang semakin banyak dan kemungkinan pencemaran airtanah yang semakin tinggi. Selain itu, keberadaan Pulau Koral Pramuka sebagai pulau kecil menyebabkan secara alami memiliki karakteristik curah hujan yang sedikit serta kerawanan terhadap intrusi air laut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis evolusi hidrogrokimia airtanah di Pulau Koral Pramuka. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampel sistematis dengan membuat grid ukuran 100 m x 150 m. Sampel diambil secara acak minimal satu sampel airtanah untuk satu grid. Data yang digunakan berupa kandungan ion mayor di dalam airtanah yang diperoleh berdasarkan analisis laboratorium. Analisis evolusi airtanah dilakukan dengan menggunakan diagram trilinear atau diagram piper. Hasil analisis menunjukkan bahwa tipe fasies hidrogeokimia airtanah di Pulau Koral Pramuka telah mengalami evolusi dari tipe fasies hidrogeokimia CaCO3 menjadi MgCl2. Tipe fasies hidrogeokimia CaCO3 merupakan tipe fasies hidrogeokimia yang dipengaruhi oleh batuan penyusun Pulau Koral Pramuka yang berupa rombakan bioklastik. Perubahan tipe fasies hidrogeokimia menjadi MgCl2 menunjukkan adanya dampak dari intrusi air laut. Kata kunci: Airtanah, Evolusi, Hidrogeokimia, Pulau Koral Pramuka PENDAHULUAN Latar Belakang Pulau Koral (Cay) Pramuka merupakan satu dari 110 pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau Koral Pramuka terletak di bagian tengah gugusan Kepulauan Seribu pada arah Utara-Selatan, dan terletak di tepi bagian Timur pada gugusan Kepulauan Seribu pada arah Barat-Timur. Pulau Koral Pramuka secara genesis terbentuk oleh endapan bioklastik yang berasal dari rombakan terumbu karang (Ongkosongo, 2011). Pulau ini tergolong pada pulau datar pada klasifikasi pulau yang dibuat oleh Hehanusa (1993) yang didasarkan pada genesis. Secara geomorfologis, pulau ini merupakan terumbu karang lepas (patch reef). Luas Pulau Koral Pramuka yang sempit (16,54 hektar), curah hujan yang sedikit dan keberadaannya yang dikelilingi oleh air laut menyebabkan sumberdaya air yang tedapat di Pulau Koral Pramuka menjadi sangat terbatas (Cahyadi, 2012; 2013) . Meskipun demikian, sejak ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten sejak Tahun 2003, Pulau Koral Pramuka terus mengalami perkembangan, baik dalam hal jumlah penduduk yang terus bertambah, jumlah wisatawan, serta perubahan penggunaan lahan menjadi lahan terbangun yang berupa fasilitas umum, fasilitas wisata dan kantor pemerintahan. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan