815 Pengembangan Media Jurnal Karier untuk siswa MTsN Pepi Nuroniah 1 , M. Ramli 2 , Triyono 2 1 Bimbingan dan Konseling-Universitas Pendidikan Indonesia 2 Bimbingan dan Konseling-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 09-05-2019 Disetujui: 18-07-2019 Abstract: This study aims to develop Journal Career media as a medium in developing student decision-making ability in MTsN. The preferred method is the Borg & Gall development model summarized into three sections (1) introduction study, (2) stage of media development, (3) stage of media test. The result of product development in Jurnal Karier media has fulfilled the aspect of acceptability, namely accuracy, usability, practicality and attractiveness. Expert test Guidance Counseling and counseling category is very feasible, media expert test very feasible category, guidance and counseling teachers category is very feasible, user test category is very feasible. Based on these results Jurnal Karier media is very feasible and can be used for student decision-making process. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Jurnal Karier sebagai media bimbingan karier dalam mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan peminatan siswa MTs. Metode yang dipilih adalah model pengembangan Borg & Gall yang diringkas menjadi tiga bagian (1) studi pendahuluan, (2) tahap pengembangan media, dan (3) tahap uji media. Hasil pengembangan produk berupa media jurnal karier sudah memenuhi aspek akseptibilitas, yaitu ketepatan, kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan. Penilaian uji ahli BK berkategori sangat layak, uji ahli media berkategori sangat layak, uji pengguna guru berkategori sangat layak dan uji pengguna siswa berkategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, maka media jurnal karier sangat layak dan diterima untuk digunakan dalam pengembangan kemampuan pengambilan keputusan peminatan siswa. Kata kunci: media career journal; specialization decisions; MTs students; media jurnal karier; keputusan peminatan; siswa MTs Alamat Korespondensi: Pepi Nuroniah Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudi 229 E-mail: pepinuroniah@upi.edu Siswa MTs adalah remaja di masa eksplorasi karier yang melakukan peranannya untuk pembentukan karier (Super, 1980). Siswa di Indonesia memilih peminatan pada sekolah lanjutan. Peminatan adalah proses pengambilan keputusan oleh siswa tentang pemilihan mata pelajaran, bidang keahlian atau kompetensi keahlian yang didasarkan atas pemahaman diri dan peluang lingkungan yang berkesinambungan untuk mencapai perkembangan optimal (Permendikbud, 2014). Peminatan sebagai proses pengembangan karier yang melibatkan pilihan karier, gaya pengambilan keputusan, interaksi dalam peran kehidupan, nilai yang dimiliki, dan konsep diri tentang peran hidupnya (Herr, Cramer, & Niles, 2004). Menurut super karier memiliki jenjang (Super, 1980), sedangkan karier yang dijelaskan oleh Holland dipengaruhi oleh tipe karakteristik individu (Holland, 1997). Siswa ada pada masa eksplorasi karier dan mulai belajar mengambil keputusan. Pengambilan keputusan bagian dari aspek kognitif yang menekankan pada pengeolahan informasi, pemahaman pengambilan keputusan dan keterampilan dalam mengambil keputusan (Sharf, 1992). Proses pengembilan keputusan terbagi menjadi tiga bagian yaitu domain pengetahuan, keterampilan dan eksekutif (Sampson, Peterson, Lenz, & Reardon, 1992). Domain pengetahuan terdiri dari pengetahuan diri dan pengetahuan tentang pemilihan peminatan. Pengetahuan diri merupakan komponen yang memungkinkan individu untuk memahami keadaan dirinya. Pengetahuan tentang pilihan karier (peminatan) merupakan komponen di luar dirinya yang memungkinkan individu untuk mengakses berbagai informasi terkait dengan spesifikasi dan klasifikasi karier, sedangkan domain keterampilan terdiri dari komunikasi, analisis, sintesis, penilaian, dan pelaksanaan keputusan. Domain ketiga adalah domain eksekutif yang memungkinkan individu untuk melakukan wicara diri, penyadaran diri, serta adanya pantauan dan pengendalian pada diri individu berkenaan dengan proses pada kedua domain sebelumnya yaitu pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pengambilan keputusan pemilihan peminatan (Hanggara, 2016). Siswa di Indonesia dalam pengambilan keputusan tidak lepas dari pertimbangan keluarga. Siswa hidup, berkembang, dan berubah tidak lepas dari struktur dan pengaruh keluarga (Hambali, 2016). Diperlukan diskusi antara pilihan orangtua dan siswa terhadap peminatan. Siswa harus mengugkapkan kepada orangtua, keinginan, minat, ide, perasaan dan pilihan peminatan. Pengungkapkan diri adalah kemampuan seseorang dalam mengungkapkan apa yang dirasakan, ide dan pendapatnya yang Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 4 Nomor: 6 Bulan Juni Tahun 2019 Halaman: 815—820 1059