Copyright © 2017 EDUSAINS | p-ISSN 1979-7281 | e-ISSN 2443-1281 This is an open access article under CC-BY-SA licence Tersedia online di EDUSAINS Website: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/edusains EDUSAINS, 9(2), 2017, 127-131 Research Artikel PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI Syafrilianto, Taufik Rahman Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia syafrilianto@gmail.com Abstract This study aims to find out the improvement of cognitive ability through the implementation of guided inquiry and guided discovery model in integrated natural science learning. This study used quasi experiment method with matching only pretest posttest control group design. The subject of this study were students of VII grade of Junior High School in Kampar District which consist of experiment and control class. Student cognitive learning outcomes was measured by multiple choice test instrument, which contain of 21 items which was done twice (pretest and posttest). The N-Gain average of cognitive ability shows that there is an improvement of student cognitive ability in experiment class as 0,44 with intermediate category, and in control class as 0,21 with low category. While, the result of U test toward N-Gain value shows that there is a significant difference on student cognitive ability between students in experiment and control class. Thus, it can be concluded that guided inquiry model can improve student cognitive ability more than guided discovery model. Keywords: guided inquiry model; discovery guided model; cognitive ability; alternative energy sources Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui penerapan model guided inquiry dan guided discovery dalam pembelajaran IPA terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kuasi perlakuan I dengan desain comparison group. Subjek penelitian merupakan siswa kelas VII SMP di Kabupaten Kampar yang terdiri dari kelas perlakuan I (guided inquiry) dan kelas perlakuan II (guided discovery). Penentuan subjek dipilih dengan teknik non-randomized sampling. Hasil belajar kognitif siswa diukur menggunakan instrumen tes soal pilihan ganda, terdiri atas 21 butir soal tes kemampuan kognitif yang dilakukan sebanyak dua kali (pretest dan posttest menggunakan instrumen tes yang sama). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji normalitas dan uji hipotesis (uji-u). Nilai rata-rata N-Gain kemampuan kognitif menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif siswa kelas perlakuan I sebesar 0,44 dengan kategori sedang dan kelas perlakuan II sebesar 0.21 dengan kategori rendah. Sedangkan hasil uji-u terhadap nilai N-Gain menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan kognitif antara siswa kelas perlakuan I dan kelas perlakuan II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model guided inquiry lebih dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa SMP dibandingkan dengan model guided discovery. Kata kunci: model guided inquiry; model guided discovery; kemampuan kognitif; sumber energi alternatif Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i2.2034 PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya merupakan suatu produk dan proses ilmiah serta aplikasi. IPA sebagai produk dapat dipandang sebagai sekumpulan pengetahuan, konsep dan bagan konsep. IPA sebagai proses merupakan langkah-langkah ilmiah yang dipergunakan untuk mempelajari objek studi, menemukan dan mengembangkan produk-produk sains yang lazim disebut metode ilmiah (scientific method). Sedangkan sebagai aplikasi, teori-teori IPA akan melahirkan teknologi yang dapat