Arc. Com. Health Juni 2018 ISSN: 2527-3620 Vol. 5 No. 1 : 67 - 76 67 UJI EFEKTIVITAS BATU VULKANIK DAN ARANG SEBAGAI MEDIA FILTER PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Made Pasek Arya Suwahdendi *, I Gede Herry Purnama Program Studi Kesehatan Masyarakat Fak. Kedokteran Universitas Udayana *email: arya_suwahdendi@yahoo.com ABSTRAK Usaha laundry saat ini tumbuh dengan pesat sehingga berpotensi untuk mencemari lingkungan karena air limbah yang dihasilkan seringkali dibuang ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu. Salah satu pengolahan limbah yang dapat digunakan pada usaha laundry khususnya yang ada di Bali adalah sistem pengolahan air limbah model constructed wetland. Pada penelitian ini diketahui efektivitas model pengolahan air limbah Vertical Flow Subsurface Flow Constructed Wetland yang menggunakan media filter batu vulkanik kintamani dan arang kayu, serta menggunakan tanaman serai (Cymbopogon citratus) dalam mengolah air limbah laundry yang diukur berdasarkan parameter Total Fosfat dan Amonia. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas sistem penurunan Total Fosfat dan Amonia selama 5 minggu pada masing-masing reaktor, yaitu; reaktor 1 (50% batu vulkanik, 50% arang) sebesar 26,69%, reaktor 2 (75% batu vulkanik, 25% arang) sebesar 37,32%, reaktor 3 (25% batu vulkanik, 75% arang) sebesar 20,94%, reaktor 4 (100% batu vulkanik) sebesar 26,91%, reaktor 5 (100% arang) sebesar 55,17%. Berdasarkan hasil penelitian, reaktor sistem constructed wetland yang digunakan dalam penelitian ini belum efektif dalam mengolah air limbah laundry, apabila diterapkan pada laundry lainnya akan menghasilkan kinerja yang lebih rendah karena nilai parameter air limbah pada laundry lainnya dapat lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan laundry dalam penelitian ini. Kata kunci : Constructed Wetland, Batu Vulkanik, Arang, Total Fosfat, Amonia ABSTRACT Laundry business is currently growing rapidly so that it has the potential to pollute the environment because the wastewater produced is often discharged into water bodies without being treated first. One of the waste treatment that can be used in the laundry business especially in Bali is the constructed wetland wastewater treatment system. In this research, it is known the effectiveness of the Vertical Flow Subsurface Flow Constructed Wetland wastewater treatment model using kintamani volcanic rock and wood charcoal filter media, and using lemongrass plants (Cymbopogon citratus) in treating laundry wastewater measured by the parameters of Total Phosphate and Ammonia. The results showed the effectiveness of the Total Phosphate and Ammonia reduction system for 5 weeks in each reactor, namely; reactor 1 (50% volcanic rock, 50% charcoal) by 26.69%, reactor 2 (75% volcanic rock, 25% charcoal) by 37.32%, reactor 3 (25% volcanic rock, 75% char) by 20 , 94%, reactor 4 (100% volcanic rock) by 26.91%, reactor 5 (100% charcoal) by 55.17%. Based on the results of the study, the constructed wetland reactor system used in this study is not yet effective in treating laundry wastewater, if applied to other laundry it will produce lower performance because the value of the wastewater parameters in other laundry can be significantly higher compared to laundry in this study. Keywords : Constructed Wetland ; Volcanic Stone ; Charcoal ; Amonia PENDAHULUAN Di Bali usaha laundry hingga saat ini belum terdata secara pasti jumlahnya, namun perkembangan usaha laundry mencapai setiap daerah perkotaan maupun pedesaan di Kabupaten dan Kota di seluruh Bali. Banyaknya usaha laundry tersebut berpotensi untuk mencemari lingkungan khususnya perairan karena air limbah yang dihasilkan dari sisa proses laundry seringkali langsung dibuang ke badan air tanpa mengalami pengolahan. Limbah laundry yang mengandung deterjen berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan lingkungan sekitarnya karena limbah tersebut memiliki konsentrasi fosfat, surfaktan, amonia dan nitrogen serta kadar BOD dan COD yang