153 DETERMINAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR Elisabeth Surbakti 1 , Suryani, Pindi Seprilla 2 Poltekkes Kemenkes Medan e-mail: 1 elisabethsurbakti@gmail.com ABSTRACT Cervical cancer is a public health problem, one of the non-communicable diseases and many cause of death in women, both in the world and in Indonesia. Cervical cancer is second in terms of cancer in women after breast cancer, the incidence rate is still high even though there is an early detection / screening program for cervical cancer. This study aims to determine the determinants associated with the detection of cervical cancer. Analytic observational research design with cross sectional approach. The population in this study were all WUS in the III environment of Kwala Bekala Sub-District, Medan Johor District and the sample was 85 married respondents with a sampling technique of Accidental Sampling. The data obtained were processed using the Chi-square statistical test with α = 0.05. Univariate analysis results, age> 35 years 50 (58.8%), secondary education 54 (63.5%), not working 67 (78.8%), low income 73 (85.9%), having good knowledge 31 (36.5%), mothers found the cost of early detection of cervical cancer very expensive 57 (67.1%), and received support from husbands 62 (72.9%). Chi-square statistical test results: there was a significant relationship between education (p = 0.002), employment, income and financing (p = 0,000), to early detection of cervical cancer with p <α = 0.05. Implementation of early detection of cervical cancer can involve a husband, community leaders or religious leaders to increase knowledge and attitudes of WUS. Keywords: "Determinant; Early detection; Women of childbearing age; Cervical cancer" ABSTRAK Kanker serviks merupakan masalah kesehatan masyarakat, salah satu penyakit tidak menular dan banyak menyebabkan kematian pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker serviks merupakan urutan kedua penyakit kanker pada perempuan setelah kanker payudara, angka kejadian masih tinggi walaupun sudah ada program deteksi dini/skrining kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan deteksi kanker serviks. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh WUS yang ada di lingkungan III Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor dan yang menjadi sampel adalah WUS yang sudah menikah sebanyak 85 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Hasil analisis univariat, umur >35 tahun 50 (58,8%), pendidikan menengah 54 (63,5%), tidak bekerja 67 (78,8%), pendapatan rendah 73 (85,9%), mempunyai pengetahuan baik 31 (36,5%), ibu berpendapat biaya untuk deteksi dini kanker serviks sangat mahal 57 (67,1%), dan mendapat dukungan dari suami 62 (72,9%). Hasil yang diperoleh dari uji statistik Chi-square, dengan α = 0,05: ada hubungan yang signifikan antar pendidikan (p=0,002), pekerjaan, pendapatan dan pembiayaan (p = 0,000), terhadap deteksi dini kanker serviks dengan p < α = 0,05. Pelaksanaan deteksi dini kanker serviks dapat melibatkan suami, tokoh masyarakat atau tokoh agama untuk meningkatkan pengatahuan dan sikap WUS. Kata kunci: Determinan; Deteksi Dini; Wanita-Usia-Subur; Kanker Serviks PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4‰ atau diperkirakan sekitar 347.792 orang. Dan di Provinsi Sumatera Utara prevalensi dan estimasi jumlah penderita penyakit kanker sebesar 1,0% atau sekitar 13.391 orang.[1] Penelitian WHO tahun 2005, menyebutkan terdapat lebih dari 500.000 kasus baru dan 260.000 kasus kematian akibat kanker serviks, 90% diantarannya terjadi di negara berkembang. [2] Di Indonesia, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya, sedangkan angka kematiannya diperkirakan 7.500 kasus pertahun. Setiap harinya diperkirakan terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Kasus kanker serviks berjumlah 2.429 (25,91%) dari seluruh kanker yang ditemukan di Indonesia. Kanker serviks menduduki urutan kedua setelah kanker payudara pada wanita usia subur, usia 15-44 tahun [3] Kanker serviks merupakan penyakit akibat tumor ganas pada daerah serviks sebagai akibat adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan