193 IDENTIFIKASI PENYEBAB KEJADIAN LUAR BIASA PENYAKIT GUGUR DAUN KARET DI INDONESIA Identification of Causes of Rubber Leaves Outbreak In Indonesia 1 2 Tri Rapani FEBBIYANTI *, dan Zaida FAIRUZA 1 Pusat Penelitian Karet Jalan Raya Palembang – Betung KM 29 Sembawa Banyuasin Sumatera Selatan *Email: trifebbi@yahoo.com 2 Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet Galang, Deli Serdang, Po. Box 1415 Medan 2001, Sumatera Utara Diterima : 10 Maret 2020 / Disetujui : 13 April 2020 Abstrack Rubber is an important commodity and a source of farmers' income for Indonesia. One of the causes of low rubber production in Indonesia is due to various diseases. In present, day one of the oubreak rubber diseases in Indonesia is leaf fall disease. This study aim to determine the condition of leaf fall disease which was currently an oubreak in Indonesia, isolate and characterize the pathogens that caused it. The observations in the field showed defoliation continuous up to 75-90%, the canopy became thinner and production dropped to 25-45% (Data from Sembawa Research Center in May-2018), Methodology scoring of disease intensity by category from International Rubber Research and Development Board (IRRDB). This disease attacked all clones and all plant stages in nurseries, garden plants, immature plants and mature plants. Based on the morphologically analysis it can be seen that this pathogen was Pestalotiopsis sp and obtained 2 symptoms from the Koch Postulate. Keywords: Hevea; leaf fall disease; pathogens; Pestalotiopsis sp Abstrak Karet merupakan komoditas yang penting dan sumber pendapatan petani bagi Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya produksi karet di Indonesia karena adanya gangguan berbagai penyakit. Akhir-akhir ini, salah satu penyakit karet yang menjadi outbreak di pertanaman karet Indonesia yaitu penyakit gugur daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penyakit gugur daun yang saat ini outbreak di Indonesia, mengisolasi serta mengkarakterisasi patogen penyebabnya. Hasil pengamatan di lapangan menujukkan gejala penyakit mengakibatkan pengguguran daun secara terus menerus hingga 75-90%, kanopi menjadi tipis dan produksi turun hingga 25 – 45% (Data Balai Penelitian Sembawa Bulan Mei-Juni 2018), Pengukuran intensitas penyakit berdasarkan kategori dari International Rubber Research and Development Board (IRRDB). Penyakit ini menyerang semua klon dan semua stadia tanaman baik di pembibitan, kebun entres, tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan. Berdasarkan hasil secara morfologi terlihat bahwa patogen ini adalah Pestalotiopsis sp dan diperoleh 2 gejala hasil Postulat Koch. Kata kunci : Gugur daun; Hevea; karet; patogen; Pestalotiopsis sp PENDAHULUAN Penyakit tanaman dapat menimbulkan hambatan pada pertumbuhan dan kerusakan bagian tanaman. Selain itu, penyakit tanaman dapat menurunkan hasil secara langsung atau kematian tanaman secara tidak langsung. Penyakit tanaman karet tersebar di perkebunan karet Indonesia dan menimbulkan kerusakan yang berbeda menurut lokasi dan waktu yang berbeda (Soepadmo, 1980). Ledakan penyakit daun akan terjadi karena pada periode Jurnal Penelitian Karet, 2019, 37 (2) : 193 - 206 Indonesian J. Nat. Rubb. Res. 2019, 37 (2) : 193 - 206 Doi : https://doi.org/10.22302/ppk.jpk.v37i2.616