Jurnal Emitor Vol.19 No. 01 Maret 2019 ISSN 2541-4518 29 Sistem Informasi Pelanggan pada Bengkel Marno Jaya Motor Khilyatin Ulin Fitri, Azizah Fatmawati Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Surakarta, Indonesia khilyatinfitri72@gmail.com, af157@ums.ac.id Abstraksi—Sistem informasi pelanggan digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengelola data setiap pelanggan yang ada baik itu yang baru ataupun lama. Seperti yang dialami pada Marno Jaya Motor yaitu terhambatnya proses pencarian data terhadap pelanggan lama ataupun dalam proses menambahkan data pada pelanggan lama dikarenakan masih dilakukan secara manual meskipun sudah menggunakan bantuan aplikasi yaitu Microsoft Excel dan Microsoft Word. Bahkan masih menggunakan media kertas sebagai tempat penyimpanan data yang menyebabkan banyak waktu terbuang karena harus mencari dan memilah terlebih dahulu satu persatu. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengembangkan sistem informasi pelanggan yang akan membantu kinerja Marno Jaya Motor dalam mengelola data setiap pelanggannya. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi ini adalah metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi dan metode waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, desain, pemrograman, uji coba, dan implementasi. Hasil dari pengembangan berupa sistem informasi pelanggan pada bengkel Marno Jaya Motor dapat membantu karyawan dalam mengelola data dengan waktu yang efektif dan efisien. Berdasarkan pengujian black box, sistem dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan hasil pengujian usability memperoleh rata- rata nilai 68,3 yang dapat disimpulkan bahwa nilai sistem berada pada kategori baik dan dapat diterima pengguna serta memenuhi karakteristik usability. Katakunci—metode waterfall, pelanggan, sistem informasi I. PENDAHULUAN Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mendukung fungsi operasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan [1]. Sistem informasi pelanggan digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengelola data setiap pelanggan yang ada baik itu yang baru ataupun lama. Seperti yang dialami pada Marno Jaya Motor yaitu terhambatnya dalam proses mengelola data setiap pelanggannya. Marno Jaya Motor merupakan bengkel khusus mobil yang memiliki spesifikasi Electronic Fuel Injection (EFI) dengan semua jenis mobil. Marno Jaya Motor sendiri bergerak pada bidang jasa baik itu memberikan pelayanan maupun menjual sparepart dan oli. Proses mengelola data, bengkel masih mengerjakan secara manual dengan media kertas meskipun sudah menggunakan bantuan aplikasi yaitu Microsoft Word dan Microsoft Excel [2]. Terkadang banyaknya data yang disimpan menyebabkan terjadinya penumpukan sehingga ada beberapa data yang rangkap bahkan hilang dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses pencarian datanya [3]. Software Development Life Cycle (SDLC) merupakan metode pengembangan rekayasa perangkat lunak yang memiliki sifat seperti air terjun yaitu harus dikerjakan secara berurutan. SDLC memiliki beberapa model salah satunya metode waterfall, yaitu metode terbaik dan paling banyak digunakan oleh pengembang dimana harus dikerjakan secara berurutan dan hasil dari setiap tahap menjadi sebuah masukan untuk tahapan berikutnya [4]. Berdasarkan pembahasan di atas, maka penulis menggunakan metode waterfall untuk mengembangkan sistem informasi yang akan membantu kinerja Marno Jaya Motor dalam mengelola data setiap pelanggannya supaya menjadi lebih efektif dan efisien. II. METODE A. Alat dan Bahan Dalam proses pengembangan sistem informasi pelanggan ini, penulis menggunakan beberapa alat dan bahan. Adapun alat-alat yang dipergunakan dalam proses pengembangan, baik itu hardware ataupun software dapat dilihat pada Tabel 1. Adapun bahan-bahan yang dipergunakan dalam proses pengembangan yaitu seluruh data pelanggan yang ada pada Marno Jaya Motor sejak awal berdirinya. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi secara langsung melalui pemilik ataupun karyawan yang diberikan wewenang untuk memberikan data tersebut.