JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G-32 Abstrak—Makalah ini menyampaikan suatu penelitian tentang perancangan propeler yang optimal beserta pemilihan daya mesin yang efisien pada self-propelled barge dengan memperhitungkan besarnya nilai tahanan dari barge tersebut. Dengan penambahan sistem propulsi, diharapkan barge dapat beroperasi dengan lebih efisien dibandingkan saat barge beroperasi menggunakan sistem towing atau ditarik tug boat. Perhitungan tahanan barge dilakukan menggunakan metode Holtrop dan Guldhammer-Harvald sehingga dapat diperhi- tungkan geometri dan jenis propeler yang optimal beserta daya mesin yang efisien untuk barge. Propeler yang dianalisis adalah propeler tipe B-Troost Series, sedangkan variasi yang dilakukan untuk perencanaan propeler pada kajian ini adalah variasi putaran propeler pada rentang antara 310-800 rpm, serta variasi jumlah daun pada rentang tiga, empat, lima, dan enam. Besarnya nilai tahanan self-propelled barge untuk metode Holtrop adalah 105.91 kilonewton, sedangkan hasil per- hitungan dari metode Guldhammer-Harvald didapatkan nilai sebesar 109.14 kilonewton. Tipe propeler yang dipilih setelah dilakukan uji kavitasi adalah tipe Troost Series B4-40, dengan diameter sebesar 2.1 m, efisiensi sebesar 0.421, pitch ratio se- besar 0.591, dengan putaran propeler 400 rpm. Daya mesin yg dibutuhkan barge pada kondisi maksimum (BHP MCR ) sebesar 1669.5 HP. Dengan mempertimbangkan daya tersebut, maka dipilih mesin jenis Caterpillar tipe Marine 3516B yang mem- punyai daya maksimum sebesar 1285 kilowatt atau 1722.5 horsepower dengan putaran mesin sebesar 1200 rpm. Kata kunci—self-propelled barge, tahanan, propeller, Troost Series, daya mesin I. PENDAHULUAN ebutuhan terhadap transportasi laut merupakan suatu hal yang mutlak untuk dilaksanakan. Kebutuhan ini dapat dilihat mulai dari kebutuhan angkut untuk logistik hingga sumber daya alam. Keunggulan menggunakan transportasi laut adalah dapat menampung jumlah muatan yang sangat besar [1]. Oleh karena itu pertimbangan akan efisiensi dan kinerja kapal menjadi suatu kebutuhan. Dalam perencanaan suatu floating bodies seperti barge, tanker, semi-submersible, salah satu faktor yang perlu diperhatikan pada aspek hidrodinamisnya adalah pencapaian efisiensi badan floating body (hull efficiency), sebesar- besarnya. Hal ini berarti agar dapat diperoleh tahanan total sekecil-kecilnya tetapi juga mempunyai propulsive efficiency yang sebesar-besarnya. Sehingga dengan kondisi ini akan diperoleh kebutuhan tenaga mesin induk yang relatif kecil untuk dapat mencapai kecepatan dinas yang dibutuhkan. [2] Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana mengetahui besarnya pengaruh tahanan pada efisiensi sistem propulsi dan daya mesin yang nantinya akan dipasang pada barge Gambar 1. Alur Perairan Barge dari Pontianak menuju Belawan yang semula tanpa mesin dan propeler (semula menggu- nakan operasi towing dengan tug boat). Barge dalam penelitian ini merupakan barge yang didesain secara khusus. Beberapa permintaan owner adalah bagaimana barge tersebut memiliki efisiensi terhadap performa, waktu dan biaya. Sehingga perlu dilakukan analisis terhadap variasi besarnya putaran dan jumlah daun sehingga nantinya akan diketahui efisiensi dan diameter propeler yang paling efisien. Selain itu diperlukan daya mesin yang nilainya tepat agar dapat mencapai kecepatan dinas barge. Melalui penelitian dan analisis pada barge ini, diharapkan menjadi acuan dalam kesesuaian desain pada studi kasus serupa. Barge pada makalah ini adalah barge yang digunakan untuk mengangkut crude palm oil (CPO), dimana daerah operasinya adalah dari perairan Pontianak menuju Belawan. Operasi tersebut berasal dari kawasan produksi menuju pemasaran. Pusat produksi berasal dari Kalimantan, sedangkan pusat pemasaran berada di Sumatra. Gambar 1 merupakan alur pelayaran barge dari Pontianak menuju Belawan. [3] II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian yang dijelaskan dalam makalah ini dilakukan dengan studi literatur dan pengumpulan data-data terlebih dahulu. Data barge yang dirancang mengacu pada kapal yang telah dirancang oleh PT Citra Mas. Berikut adalah data-data yang digunakan untuk penelitian. Tabel 1 merupakan data umum dari barge. Perancangan Propeler Self-Propelled Barge Billy T. Kurniawan, Eko B. Djatmiko, dan Mas Murtedjo Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia E-mail: ebdjatmiko@oe.its.ac.id K