SEA Volume 10, No. 01, June 2021 23 PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KELUARGA PADA USAHA SAPI BALI TERINTEGRASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN WIWIRANO KABUPATEN KONAWE UTARA La Ode Arsad Sani 1 , Laode Muh Munadi *1 , Musram Abadi 1 , Alfiansyah 1 Muhammad Amrullah Pagala 1 , Natsir Sandiah 1 Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo e-mail: * 1 lmmunadi@gmail.com ABSTRACT The development of beef cattle farms can be done through an integrated system and the involvement of family labor. The objective of this study is to know the family labor productivity in the integrated Bali cattle business and palm oil plantations in Wiwirano District, North Konawe Regency. The research material is breeders in the District of Wiwirano who carry out the integration efforts of Bali cattle and palm oil, as many as 4 villages in Wiwirano district, that integrated the Bali cattle and oil palm were determined by stratified sampling. 60 respondents from 4 villages were selected using simple random sampling. The average allocation of family labor in the Bali cattle business reaches 5,635 hours/day or 0,653 HOK/day. While the allocation of family labor in the palm oil business reaches 10,121 hours/day or 1,151 HOK. The technical productivity of the Bali cattle business is 4,72 ST/HOK and economic productivity is Rp 83.983,43/HOK. While the technical productivity of the oil palm plantation business is 133,69 kg/HOK and economic productivity is Rp 120.772,75/HOK. Keywords: Labor, Bali Cattle, Palm Oil. PENDAHULUAN Sistem integrasi ternak sapi-kelapa sawit adalah perpaduan antara dua sektor yaitu peternakan dan pertanian yang keduanya sama-sama saling menguntungkan (Pagala et al., 2020). Legum dan limbah yang ada di perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi (Pagala, 2019). Sebaliknya, feses yang dihasilkan oleh ternak sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk meningkatkan kesuburan dan produksi kelapa sawit (Zulkarnain et al., 2020). Di satu sisi, ternak sapi bertindak sebagai bioindustri dan juga sebagai pemberantas gulma yang ada di kebun kelapa sawit (Fadli & Satriawan, 2018). Keterlibatan tenaga kerja keluarga dalam sektor usaha peternakan sapi potong, berperan penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga (Rusnan et al., 2015). Olehnya itu kemampuan manajerial setiap anggota keluarga sangat menentukan efisiensi dalam memanfaatkan faktor produksi baik dalam usaha tani maupun usaha ternak (Setiawan et al., 2019). Tujuan pokok dari sebuah usaha tani keluarga adalah untuk memperoleh hasil setinggi mungkin guna mencukupi kebutuhan bagi pelaksanaan usaha taninya dan pembentukan modal (Sirait et al., 2015). Selain berusaha tani peternak juga memiliki usaha tani lain untuk mendukung usahanya.