13 RESPON PERTUMBUHAN RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum), SETARIA (Setaria spacelata), DAN BENGGALA (Panicum maximum) TERHADAP PERBEDAAN SALINITAS Diana Sawen dan Lamberthus Nuhuyanan SubLab Agrostologi, Fakultas Peternakan Universitas Papua e-mail: sawendian@yahoo.com ABSTRAK Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga jenis rumput yaitu rumput gajah, setaria dan benggala terhadap perbedaan salinitas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, berlokasi di Kompleks Perumahan Dosen UNIPA Amban Manokwari Papua Barat. Penelitian didesain dengan rancangan acak lengkap dalam pola petak terpisah 4 × 3. Sebagai petak utama adalah spesies rumput dan anak petak adalah salinitas berdasarkan media tanam. Petak utama (Sp) adalah spesies rumput yang terdiri dari: Panicum maximum (Sp2), Setaria spacelata (Sp3) dan Pennisetum purpureum (Sp1). Anak petak (M) adalah media tanam yaitu 100% tanah (control) (M0), 70% tanah + 30% pasir (M1), 50% tanah + 50% pasir (M2), dan 30% tanah + 70% pasir (M3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan salinitas memberikan pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan dari setiap spesies rumput. Media tanam yang memberikan respon terbaik adalah M1 (70% tanah + 30% pasir) dan spesies yang memberikan respon positif terhadap salinitas adalah rumput setaria (Sp3). Kata kunci: salinitas, rumput gajah, setaria, benggala GROWTH RESPONSE OF Pennisetum purpureum, Setaria spacelata AND Panicum maximum IN SALINITY ABSTRACT The study was conducted to determine the response of the growth of 3 grasses species to salinity. The study was conducted for 3 months, at Kompleks Perumahan Dosen UNIPA Amban in Manokwari West Papua. The study was designed with a split plot design in to Completely Randomize design (CRD) 4x3 with 4 replications. As the main plot is grass species and the subplot is salinity based on growing media. Main plot is grass species (Sp) consisting of: Pennisetum purpureum (Sp1), Panicum maximum (Sp2) and Setaria spacelata (Sp3) and then subplot is growing media (M) consisting of: soil 100% (M0), soil 70% + 30% of sand (M1), soil 50% + 50% of sand (M2) and soil 30% + 70% of sand (M3). Statistical analysis shows that the efect of salinity is signifcant on plant growth variable, namely plant height, number of leaves and number of tiller in each grass species. Planting media M1(soil 70% + sand 30%) performs the best result, and species with positive response to salinity is Setaria grass (Sp3). Keywords: salinity, Pennisetum purpureum, Setaria spacelata, Panicum maximum PENDAHULUAN Pengelolaan hijauan pakan sebagai sumber pakan basal ternak ruminansia tentunya membutuhkan ketersediaan yang kontinyu, juga kualitas dan kuantitasnya untuk mendapatkan produktivitas dan performans yang baik. Budidaya tanaman pakan pada tanah atau lahan-lahan yang salin seringkali menjadi kendala oleh sifat tanah yang menjadi faktor pembatas tanaman untuk dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan serta produksi yang optimum (Purbajanti et al., 2010). Sementara dalam budidaya rumput pada tanah salin terkendala oleh stress garam karena hyper-ionic dan hyper-osmotic. Konsentrasi garam yang tinggi dapat menyebabkan gangguan absorbsi unsur hara dan air yang diperlukan dalam proses metabolisme termasuk mekanisme oleh enzim nitrat reduktase sehingga menyebabkan aktivitas nitrat reduktase (ANR) menurun (Anwar, 2008). Hasil penelitian Garg dan Singla (2004) menyatakan bahwa stress garam menurunkan produktivitas dan pastura Vol. 10 No. 1 : 13 - 17 p-ISSN 2088-818X e-ISSN 2549-8444