Sistem panas bumi daerah Candi Umbul-Telomoyo, Jawa Tengah merupakan salah satu lapangan panas bumi di Indonesia yang terbentuk pada lingkungan magma basaltik. Fluida panas satu fasa bertemperatur tinggi terbentuk pada zona resevoir yang memiliki permeabilitas tinggi sebagai fasa cair. Fluida ini dapat tersimpan dengan baik di reservoir dikarenakan ditutupi lapisan penudung berupa batuan ubahan yang bersifat kedap air. Zona upflow dari sistem panas bumi Telomoyo terbentuk di dalam kaldera komplek Telomoyo, sedangkan zona outflow terbentuk di daerah sekitar manifestasi Candi Dukuh, Candi Umbul dan Pakis Dadu. Karakteristik sistem panas bumi daerah Candi Umbul-Telomoyo menunjukkan bahwa daerah ini potensial untuk dikembangkan. Kata kunci : sistem panas bumi, sumber panas, reservoir, batuan penudung, fluida panas. SISTEM PANAS BUMI DAERAH CANDI UMBUL-TELOMOYO BERDASARKAN KAJIAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA Oleh: Dudi Hermawan, Sri Widodo, Eddy Mulyadi Pusat Sumber Daya Geologi Jl. Soekarno Hatta No. 444 Bandung SARI Candi Umbul-Telomoyo geothermal system is one of the Indonesia geothermal field that formed in basaltic magma environment. Single phase high temperature thermal fluids formed in the resevoir zone that has a high permeability as liquid phase. This fluid can be stored in the reservoir due to the covering of alteration as cap rocks. Upflow zones of Telomoyo geothermal system formed within the caldera of Telomoyo complex, while its outflow zone formed at around of the manifestations of Candi Dukuh, Candi Umbul, and Pakis Dadu. Characteristics of the Candi Umbul-Telomoyo geothermal system indicate that this area is potentially developed. Keywords : geothermal system, heat sources, reservoir, cap rock, hot fluids. ABSTRACT MAKALAH ILMIAH 1 Buletin Sumber Daya Geologi Volume Nomor - 201 7 1 2 dan secara konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Kontak antara air meteorik dengan panas di kedalaman membentuk fluida panas di reservoir. Reservoir merupakan batuan yang memiliki permeabilitas tinggi sehingga bisa menjadi tempat terakumulasinya fluida. Fluida panas ini tidak keluar atau bocor ke permukaan dikarenakan ditutupi oleh batuan penudung yang merupakan batuan yang kedap air (impermeable). Adanya struktur geologi berupa patahan yang memotong reservoir, menyebabkan fluida panas ini dapat keluar ke permukaan berupa manifestasi panas Keberadaan sistem panas bumi pada umumnya berkaitan dengan magmatisme yang terbentuk di suatu daerah. Posisi geografis Indonesia yang terletak pada jalur gunung api (ring of fire) merupakan wilayah yang memiliki suatu potensi panas bumi. Sistem panas bumi adalah energi yang tersimpan dalam bentuk air panas atau uap pada kondisi geologi tertentu pada kedalaman beberapa kilometer di dalam kerak bumi (Rybach, 1981). Sistem panas bumi ini merupakan gabungan dari beberapa unsur, yaitu : sumber panas (heat sources), reservoir, batuan penudung (cap rock), dan fluida panas. Sistem panasbumi terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari sumber panas di sekelilingnya yang terjadi secara konduksi PENDAHULUAN