E-ISSN 2623-1204 P-ISSN 2252-9462 | 152 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA: HEALTH SCIENCES JOURNAL, VOL. 11 NO. 02, DESEMBER 2020 DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.168 Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi- NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. HUBUNGAN KADAR EKSKRESI IODIUM URINE (EIU) DENGAN KEJADIAN GONDOK PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DAERAH ENDEMIS GAKI Bibit Nasrokhatun Diniah STIKes Kuningan bibitnasrokhatundiniah@gmail.com Abstrak Permasalahan yang umumnya terdapat di daerah endemis GAKI adalah kejadian pembesaran kelenjar tiroid (gondok). Gondok merupakan salah satu manifestasi klinis dari kondisi GAKI. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya gondok tidak hanya keadaan defisiensi iodium saja, akan tetapi keadaan ekses iodium atau kelebihan asupan iodium pada seseorang dapat menyebabkan gondok. Ekses iodium yang terjadi secara terus menerus akan dapat mengganggu proses sintesis hormon tiroid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar EIU dengan kejadian gondok. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel merupakan anak usia sekolah (6-12) sebanyak 51 anak dengan teknik penentuan sampel purposive sampling. Pengukuran kadar EIU dengan metode laboratorium Ammonium Persulphate Digestion Method dan pengukuran kejadian gondok menggunakan metode palpasi. Sebanyak 51 anak (100%) memiliki kadar EIU diatas batas kecukupan (120 μg/dL);min 152 μg/dL; maks 284 μg/dL; mean 251,76 μg/dL, sebanyak 39,2% responden menderita gondok, meliputi grade 1 sebesar 37,2% dan grade 2 sebesar 2%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kadar Ekskresi Iodium Urine (EIU) dengan kejadian gondok (p=0,743). Kata kunci : Kadar Ekskresi Iodium Urine (EIU), Gondok, Anak Sekolah Pendahuluan Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia didukung dengan kecukupan konsumsi berbagai mineral mikro dan makro. Salah satu mineral mikro yang memiliki peran penting adalah iodium. Dalam pertumbuhan sistem