Psikostudia: Jurnal Psikologi Vol 7, No 1, June 2018, hlm. 50-59 ISSN: 2302-2582 50 1 PENDAHULUAN Internet merupakan salah satu bentuk evolusi perkembangan komunikasi dan teknologi yang berpengaruh pada umat manusia. Salah satu akibat adanya internet adalah perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial primer antar individu. Percakapan konvensional seperti tatap muka telah digantikan peranannya dengan internet message, video call dan social media. Hal ini dimungkinkan karena kekurangan-kekurangan yang dimiliki komunikasi konvensional seperti jarak dan waktu dapat ditutupi oleh internet (Hampton, Lauren, & Eun, 2011). Teknologi internet berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan telah memasuki berbagai sektor kehidupan. Perkembangan yang sangat pesat ini memicu angka penggunaan internet yang sangat tinggi di berbagai negara. Berdasarkan laporan World Internet Project, lima dari enam negara responden melaporkan angka akses diatas 60% dari total populasi (Rizky dkk, 2016) Di Indonesia, pengguna internet dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Menurut Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (PUSKAKOM) yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pada tahun 2013 pengguna internet di Indonesia sebanyak 71,9 juta pengguna. Pada tahun 2014, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan yaitu menjadi 81 juta pengguna. Dan pada tahun 2015, pengguna internet di Indonesia kembali mengalami peningkatan sebesar 7 juta pengguna sehingga pada tahun 2015 pengguna internet di Indonesia sebayak 88 juta pengguna. Tahun 2016 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis data statistik jumlah pengguna internet di Indonesia yaitu sebanyak 132,7 juta pengguna, sehingga terjadi peningkatan jumlah VIPASSANA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF BAGI PENDERITA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) 1) Muhammad Ali Adriansyah 2) Adella Saputri, 3) Alda Nadhira Lawolo, 4) Jasmine Syahadata Arsha 1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman Samarinda email: ali.adriansyah@gmail.com 2) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman Samarinda email: adellasaputri1403@gmail.com 3) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman Samarinda email: alda.lawolo98@yahoo.com 4) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman Samarinda email: jasminearshaya@gmail.com ABSTRACT. This study uses a two gruop experiment design which aims to see the effect of vipasnaa medita- tion on fear of missing out. The subjects in this study were 30 female students who experienced fear of missing out in the severe category. The subjects of this study were further divided into two groups, 15 students who were given Vipassana meditation and 15 other students were given basic meditation material. The method of collecting data uses the fear of missing out scale. The data analysis technique uses the paired sam-ple t test. The results of this study indicate that there was a decrease in the level of fear of missing out on students who received vipassana meditation treatment. Keywords: vipassana, fear of missing out. INTISARI. Penelitian ini menggunakan rancangan eskperimen two gruop yang bertujuan untuk melihat pengaruh meditasi vipasnaa terhadap fear of missing out. Subjek pada penelitian ini adalah 30 mahasiswi yang mengalami fear of missing out dalam kategori parah. Subjek penelitian ini selanjutnya dibagi dalam dua ke- lompok yaitu 15 mahasiswi yang diberikan meditasi vippasana dan 15 mahasiswi lainnya diberikan materi meditasi dasar. Metode pengumpulan data menggunakan skala fear of missing out. Teknik analiasa data menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat penurunan tingkat fear of missing out pada mahasiswa mendapatkan perlakuan meditasi vipassana. Kata kunci: vipassana, fear of missing out.