JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2 (2017), 2337-3520 (2301-928X Print) E55 Abstrak—Bandar udara Juanda menempati urutan kedua sebagai bandar udara tersibuk di Indonesia dengan data statistic jumlah penumpang yang mampu ditampung adalah 18 juta penumpang pada tahun 2015. Berdasarkan data kondisi saat ini dari PT Angkasa Pura I, pertumbuhan jumlah penumpang di bandar udara (bandara) Juanda pada triwulan I 2016 tercatat lebih besar 23.4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mengakibatkan kerusakan yang terjadi pada runway semakin sering terjadi. Kerusakan yang terjadi biasanya hanya bersifat fungsional sehingga perbaikan yang dilakukan cukup dengan dilakukan pelapisan ulang (overlay) dan pemeliharaan lainnya. Permasalahan utama yang terjadi yaitu kesesuaian jadwal pemeliharaan dan pelapisan ulang terhadap pertumbuhan pergerakan pesawat. Pada studi ini dilakukan evaluasi kesesuaian antara jadwal pemeliharaan dengan pertumbuhan pergerakan pesawat. Tahap evaluasi dimulai dengan penyesuaian pola pertumbuhan pergerakan pesawat dengan kondisi perkerasan runway. Selanjutnya dilakukan jadwal pemeliharaan sesuai pola yang diterapkan oleh pihak bandara Juanda. Di samping itu, dilakukan perencanaan kebutuhan tebal pelapisan ulang yang dibutuhkan runway agar dapat melayani pertumbuhan pergerakan pesawat yang terjadi. Dalam evaluasi ini juga dibahas tentang pemeliharaan runway terhadap kontaminasi rubber deposit serta kesesuaian jadwal pemeliharaannya. Evaluasi dalam studi ini memberikan hasil untuk pertumbuhan pergerakan pesawat rata-rata total dalam 8 tahun terakhir (2009-2016) adalah 6.93%, 7.33% untuk penerbangan domestik dan 4.14% untuk penerbangan internasional. Peratingan kondisi perkerasan runway berdasarkan pengecekan visual maka dikategorikan rating 3 (fair) dimana dalam rating ini diperlukan tindakan pemeliharaan berupa overlay. Pemeliharaan kerusakan-kerusakan kecil masih mempertahankan pemeliharaan langsung seperti yang dilakukan pihak bandara Juanda. Adapun untuk kegiatan overlay yaitu dilakukan perataan dengan ketebalan menyesuaikan dengan tebal perkerasan tertinggi sebesar 1299 mm terhadap semua segmen. Untuk mencapai usia perencanaan hingga 20 tahun, perlu dilakukan pemeliharaan setiap 5 tahun dan pengawalan intensif agar usia pemeliharaan minimum dan usia rencana maksimum dapat terlaksana dengan baik. Kata Kunci—Overlay, runway, Juanda, Pemeliharaan. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang ANDAR udara Juanda menempati urutan kedua dengan data statistik untuk jumlah penumpang yang mampu ditampung adalah 18 juta penumpang pada tahun 2015. Data kondisi saat ini dari PT Angkasa Pura I bandar udara Juanda mencatat pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 23,4% di triwulan I 2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu [1]. Menyandang predikat sebagai salah satu bandara tersibuk di negeri ini menyebabkan timbulnya berbagai macam permasalahan diantaranya menurunnya kemampuan lapisan permukaan runway dalam melayani beban dari pesawat. Kondisi saat ini yang dialami bandara dengan pesatnya pertumbuhan lalu lintas udara di Indonesia dengan rata-rata pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir mencapai angka 7,6% per tahunnya [2], mengakibatkan adanya pengulangan beban lalu lintas yang tinggi oleh pesawat dan menyebabkan sistem perkerasan menjadi lelah atau fatigue[3]. Tingginya pergerakan penerbangan yang tidak diikuti dengan pemeliharaan fungsional perkerasan landasan akan memperpendek umur landasan [3] Guna mengatasi permasalahan perkerasan yang dihadapi terdapat beberapa pilihan jenis perkerasan yang dapat diterapkan mengacu kepada mekanisme distribusi tegangan yang diterima. Macam-macam jenis perkerasan yang dapat digunakan antara lain: 1. Rigid Pavement atau perkerasan kaku terbuat dari beton semen portland dan menggunakan pengaku plat beton. 2. Flexible Pavement biasanya dibangun menggunkan produk bituminus dan jenis perkerasan ini tergantung pada daya dukung struktur lapisannya. Overlay merupakan lapis perkerasan tambahan yang dipasang di atas konstruksi perkerasan yang ada dengan dengan tujuan meningkatkan kekuatan struktur perkerasan yang ada agar dapat melayani lalu lintas yang direncanakan selama kurun waktu yang akan dating. Dalam memperbaiki kerusakan serta memenuhi kebutuhan tebal perkerasan runway di Bandar udara Juanda dipilih metode overlay dengan melakukan penambahan lapisan runway. Kebutuhan penambahan tebal lapisan struktur perkerasan runway tergantung pada pergerakan pesawat, dimana pada setiap tahunnya selalu ada peningkatan yang cukup signifikan pada bandar udara Juanda ini. Oleh karena itu dilakukan penghitungan pada setiap pesawat yang melakukan keberangkatan dalam kurun waktu satu tahunan. Dengan dilakukan penghitungan ini maka akan didapat data keberangkatan tahunan untuk semua jenis pesawat yang dapat digunakan untuk mendesain kebutuhan penambahan tebal lapisan struktur perkerasan. Evaluasi Kesesuaian Jadwal Pemeliharaan Runway dengan Pertumbuhan Pergerakan Pesawat di Bandar Udara Juanda Freedy Kristiawan, Ervina Ahyudanari, Istiar Lintas Jalur Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember E-mail: ervina@ce.its.ac.id B