SEKILAS TENTANG TOKOH BIA Oleh : Gunal PENDAHULUAN. Tokoh Bima di Jawa selama ini dikenal dalam tiga bentuk peng gambaran, yaitu 1. Bima yang digambarkan sebagai area batu. 2. Bima yang digambarkan dalam relief pada eandi. 3. Bima yang digambarkan dalam eerita wayang atau kitab Dewaruei. Baik Bima sebagai area. dipahatkan pada relief. maupun Bima yang ter dapat di dalam cerita wayang, memiJiki persamaan - persamaan dan diper kirakan berasal dari satu periode. Seperti telah kita ketahui Dr. W.F. Stutterheim di dalam bukunya yang berjudul Studies in Indonesian Archaeolog telah menguraikan se cara luas tentang tokoh Bima. Stutterheim ant<1ra lain mengatakan bahwa area Bima yang digambarkan dengan tubuh yang seram dan memakai upawita ular adalah identik dengan Bima Bhairawa dalam agama �iwa. yaitu salah satu aspek dari �iwa (Stu tterheim, 1956 : I I 6 -- 7). Munculnya pemujaan kepada tokoh Bima ini kira-kira pada masa akhir pemerintahan kerajaan Majapahit, yakni sekitar abad XV Masehi. Hal ini terlihat pada area Sima yang ditemukan di Pesanggrahan Mangku negaran, Tawangmangu. Pada bagian belakang area tersebut terdapat inskripsi yang oleh Stutterheim dibaea Bhima Gana Rama Ratu. Selanjut nya inskripsi tersebut diinterptetasikan sebagai candra sengkala yang berarti angka tahun 1365 �aka atau 1443 Masehi (Slutterheim, 1956: 108). · Serdasrkan data di atas, maka area-area Sima yang lain seperti yang di temukan di kompleks eandi Ceto dan Penampihan (lereng gunung Wilis) diperkirakan sejaman dengan area Bima yang ditemukan di kompleks candi Sukuh. Di atis telah disebutkan bahwa Bima merupakan salah satu aspek dari {iwa. Tetapi penonjolan tokoh Bima ini baru muncul pada masa akhir periode Majapahit. Telah kita ketahui pula bahwa figur Bima muneulnya bersamaan dengan datangnya pengaruh Hindu ke Indonesia. Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Propinsi Jawa Tengah. 35 https://doi.org/10.30883/jba.v6i1.434