12 MOTIVATION OF FRESH GRADUATE STUDENTS WHO LEAVE A FAMILY BUSINESS Evaldo Hans S.R., Mirza Dwinanda Ilmawan, Aditya Narendra Wardhana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Internasional Semen Indonesia Abstract The purpose of this study is to examine some of the main reasons for successor from family businesses who do not want to continue their family business. This study uses qualitative methods using the approach of in-depth interviews with respondents. The research respondents were fresh graduates who did not want to continue the family business that had been initiated by a large family of respondents. The findings in this study prove that respondents prefer to avoid conflicts with relatives or the absence of succession in family business. Career opportunities from other companies are another factor in making decisions to leave the family business. Keywords: Family Business, Fresh Graduate, Family Conflict, Succession PENDAHULUAN 95 persen perusahaan di Indonesia dimiliki oleh perusahaan keluarga (Siregar, 2016). Definisi bisnis keluarga menurut Zubir (2008) bisnis yang dimiliki dan dikelola bersama oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga. Orang tua yang memiliki bisnis keluarga, pada dasarnya memiliki keinginan untuk terus eksis pada dunia bisnis. Keinginan ini dapat dilakukan salah satunya dengan perencanaan suksesi (Paradhita dan Mukzam, 2017). Definisi perencanaan suksesi menurut Sudiro (2011) adalah proses antisipasi kebutuhan managerial staffing di masa yang akan datang serta pembuatan perencanaan untuk pengembangannya. Tanpa disadari bisnis keluarga yang telah dirintis oleh orang tua, sangat mempengaruhi pilihan karir generasi selanjutnya di masa depan. Bagi generasi yang ingin melanjutkan bisnis keluarga atas dasar keinginan sendiri dapat disebabkan karena factor motivasi internal, yaitu mereka menemukan peluang yang baik yang dalam bisnis keluarga, dimana mereka menemukan keseimbangan antara keluarga dan bisnis, serta memiliki hubungan dengan tanggung jawab dan minat karir atau pribadinya (Wijaya, 2016). Menurut Hasibuan (2013) pentingnya pemberian motivasi karena merupakan hal yang dapat menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku agar mau bekerja giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal. Tetapi tidak semua anak atau generasi penerus ingin melanjutkan atau mengembangkan bisnis keluarganya. Hal ini bisa saja disebabkan oleh faktor motivasi eksternal yang ada seperti jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan besar, kompensasi yang tinggi dan jenjang karir yang menjanjikan di luar lingkungan bisnis keluarga. Seperti yang dikutip pada liputan6.com (2016), survey yang dilakukan oleh Universitas Jiaotong Shanghai menyatakan bahwa lebih dari 80% ahli waris di China tidak