* Penulis adalah Lektor Kepala dalam Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan STAIN Batusangkar 185 PEMBINAAN PERKEMBANGAN KEBERAGAMAAN ANAK USIA DINI Oleh: Asnelly Ilyas* Abstract Among potentials that children have as they were born, religious potential is one that needs to be developed in line with other potentials by means of education. Pre-school aged children refer to those who are between 0 and 6 years old. They are in their ultimate growing and developing period in intelligence, emotion, social, and language. Specifically, characteristics of religious awareness among children is reflected in the form of unreflective, egocentrical, antropomorphical, vebal, ritual and imitative. Introducing and familiarizing religious among children can be done by making use of their initial growth and developing through good model, stories, field trip to behold the great and glory of Allah, to get used to worship, good moral, help each other, and so on. It is believed that introducing religion in early ages will provide children with guidance and foundation in their life. Kata Kunci: anak usia dini, pertumbuhan, perkembangan, keberagamaan PENDAHULUAN l-Gazali berkata “anak itu amanah bagi kedua orang tua- nya. Hatinya bersih bagaikan mutiara yang indah, bersahaja, bersih dari setiap lukisan dan gambar. Ia akan menerima bagi setiap yang dilukiskan, cenderung kearah apa saja yang diarah- kan kepadanya. Jika ia dibiasakan dan di ajar yang baik, ia dapat tumbuh dengan baik, beruntung di dunia dan diakhirat. Kedua orang tuanya, semua gurunya, pengajarnya dan yang mendidiknya sa- ma-sama dapat menerima pahala. Dan jika ia dibiasakan melakukan keburukan dan dibiarkan sebagaimana membiarkan binatang, ia celaka dan rusak, adalah dosanya menimpa pangasuh dan walinya (Abu Ahmadi, 1990:5). Agar mutiara yang indah dan ber- sih itu terjaga dari lukisan dan gambar yang kotor, maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan sejak anak usia dini, pen- didikan dalam arti usaha, upaya serta kegiatan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan semua potensi agar ia dapat hidup dan berpenghidupan sem- purna serta ia dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna bagi dirinya dan umat. Akhir-akhir ini diketahui melalui siaran televisi, majalah, koran dan media lainnya memberitakan tentang kenakal- an–kenakalan dan kriminal yang dilaku- kan oleh remaja-remaja termasuk anak- anak seperti tawuran antar sekolah, nor- koba, dan menganiaya orang tua karena keinginannya tidak dapat dikabulkan oleh orang tua. Tulisan ini akan mengungkapkan tugas dan tanggung jawab pendidik da- lam mananamkan nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini sebagai pon- dasi dalam menjalani kehidupan. A