Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia 39 Special Issue: Seminar Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Pada Pelayanan Kefarmasian 2020 P-ISSN: 2406-9388 E-ISSN: 2580-8303 Arti Penting Kepuasan Kerja Bagi Apoteker: Antara Bertahan Atau Keluar Dari Pekerjaan Muhammad Khalid Rijaluddin 1,2,3 , Wahyu Utami 1* , Zulhabri Othman 2 , Eddy Yusuf 2 , Hanni Prihhastuti Puspitasari 1 , Andi Hermansyah 1 1 Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia 2 Post-Graduate Centre, Management and Science University, Shah Alam, Malaysia 3 Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Kediri, Indonesia *Corresponding author: wahyu-u@ff.unair.ac.id Submitted: 21 November 2020 Accepted: 31 December 2021 Published: 09 April 2021 Abstract Background: Community pharmacist plays a significant role in public health. The increasing number of pharmacies in tandem with the rising demand for pharmaceutical services have presented sheer pressure for pharmacist to practice. Accordingly, exploring pharmacist satisfaction is critical to evaluate the quality of pharmacist services and its implication with the intention to leave the current job position. Objective: To analyze the factors affecting job satisfaction and career of pharmacists and their intention to leave their current job. Methods: This is a cross-sectional study using online-based questionnaire administered to the community pharmacist. The survey was conducted from December 2019 to February 2020. Data was analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) Results: There were 292 pharmacists participated in this study. Most of them were female (77.39%) with working experience of less than 5 years (51.03%). The results showed that both extrinsic and intrinsic factors affect satisfaction (3.120 and 4.981), while the intention to leave was only influenced by extrinsic factor (1.974). Characteristics of respondent also affected the intention to leave (3.929). Conclusion: Extrinsic and intrinsic factors affect pharmacist satisfaction, but only extrinsic factors influence on the intention to leave. Key words: pharmacist, pharmacist satisfaction, intention to leave Abstrak Pendahuluan: Apoteker di komunitas merupakan elemen penting dalam kesehatan masyarakat. Semakin meningkatnya jumlah apotek ditambah dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap layanan kefarmasian yang berkualitas menyebabkan tekanan yang besar kepada praktek apoteker. Alhasil, kepuasan apoteker menjadi titik kritis untuk mengevaluasi kualitas pelayanan farmasi dan imbasnya terhadap keinginan untuk keluar atau bertahan dari pekerjaan saat ini. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dan karir apoteker serta niat mereka untuk meninggalkan pekerjaan saat ini. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian lintang potong dengan menggunakan kuesioner online dan melibatkan apoteker di komunitas sebagai responden. Data kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Squares (SEM-PLS) Hasil: Terdapat 292 apoteker berpartisipasi dalam penelitian ini. Sebagian besar adalah perempuan (77,39%) dengan pengalaman kerja kurang dari 5 tahun (51,03%). Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik dan instrinsik mempengaruhi kepuasan kerja apoteker (3,120 dan 4,981), sedangkan pada aspek niat meninggalkan pekerjaan (intention to leave) hanya dipengaruhi secara signifikan oleh faktor ekstrinsik (1,974). Karakteristik responden hanya berpengaruh signifikan terhadap niat untuk meninggalkan pekerjaan (3,929). Sementara itu, kepuasan kerja berpengaruh pada niat meninggalkan pekerjaan (4,083). Kesimpulan: Faktor ekstrinsik dan intrinsik mempengaruhi kepuasan apoteker, tetapi hanya faktor ekstrinsik yang mempengaruhi niat untuk pergi. Kata kunci: apoteker, kepuasan apoteker, niat untuk meninggalkan pekerjaan