Mazaya, dkk. DOI : https://doi.org/10.24843/JFU.2020.v09.i02.p03 pISSN: 2301-7716; eISSN: 2622-4607 Jurnal Farmasi Udayana, Vol 9, No 2, Tahun 2020, 83-90 83 Perbandingan Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Intradialisis dengan Obat Antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Mazaya, S.S. 1 , Rifkia, V. 2 *, Chairani, A. 3 1 Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 12450 2 Departemen Farmasi, Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 12450 3 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat-K3, Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta 12450 Email* : via.rifkia89@upnvj.ac.id Riwayat artikel: Dikirim: 11/07/2020; Diterima: 25/08/2020, Diterbitkan: 27/12/2020 ABSTRACT Chronic Kidney Disesase (CKD) still has a very high prevalence in Indonesia. The management of End Stage Renal Disease (CKD Stage 5) is renal replacement therapy, one of them is hemodialysis therapy. Complications are often found in hemodialysis process. The most common complication is intradialytic hypertension. The pathophysiology itself is still unknown but there are many ways to manage intradialytic hypertension. One of them is antihypertensive drugs. The purpose of this research is to compare the blood pressure reduction between Amlodipine and Captopril for intradialytic patients. The dosages were 10 mg Amlodipine and 25 mg Captopril.This study used cross sectional method on hemodialysis patient with purposive sampling as the sampling method. Populations of this study were the hemodialytic outpatient at Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Hospital. Data were primarily collected by measuring the blood pressure during to hemodialysis process. There were 73 patients gained as samples. The results of this research were the median value of Amlodipine’s blood pressure reduction was 48 mmHg and Captopril’s was 47 mmHg. As the the calculation result, Amlodipine has the more significant blood pressure reduction than Captopril. Keyword : Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Intradialytic Hypertension, Amlodipine, Captopril ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Tatalaksana penyakit GGK stadium V adalah terapi pengganti ginjal, salah satunya adalah terapi hemodialisis. Beberapa komplikasi dapat disebabkan oleh proses hemodialisis. Komplikasi yang paling umum ditemukan adalah hipertensi intradialisis. Saat ini, hipertensi intradialisis masih belum diketahui patofisiologinya secara pasti, namun ada beberapa cara untuk mengatasi hipertensi intradialisis. Salah satunya adalah pemberian obat antihipertensi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah pasien hipertensi intradialisis dengan obat antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada pasien hemodialisis dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Populasi dari studi ini adalah pasien rawat jalan hemodialisis di RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto. Data diambil secara primer melalui pengukuran tekanan darah pasien selama proses hemodialisis. Sebanyak 73 pasien didapatkan sebagai sampel. Hasil penelitian ini adalah Amlodipin memiliki penurunan tekanan darah sebesar 40 mmHg dan Kaptopril sebesar 30 mmHg. Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Amlodipin memiliki penurunan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan dengan Kaptopril. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Hipertensi Intradialisis, Amlodipin, Kaptopril