Jurnal Sains Sosio Humaniora P-ISSN: 2580-1244 Volume 5 Nomor 1 Juni 2021 E-ISSN: 2580-2305 LPPM Universitas Jambi Halaman | 319 Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Biaya Operasional Pendapatan Operasional dan Non-Performing Financing Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia Muhammad Ikhwan Nugraha, Arfie Yasrie STIMI Banjarmasin Email : mnugraha855@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dari beberapa variabel terhadapa perubahan ROA pada Bank Umum Syariah (BUS). Metode Penelitian, sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan, maka penelitian ini menggunakan pola eksplanasi (level of explanation) yaitu penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan faktor-faktor yang diteliti serta hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Variabel-variabel independen yang digunakan adalah CAR atau Capital Adequacy Ratio (X1), FDR atau Financing to Deposit Ratio (X2), BOPO atau Biaya Operasional Pendapatan Operasional (X3) dan NPF atau Non Performing Financing (X4). Sedangkan variabel dependen adalah profitabilitas yang diwakili oleh ROA atau Return on Assets (Y). Populasi dari penelitian ini adalah data-data baik variabel-variabel dependen maupun variabel independen BUS di Indonesia, sejak tahun 2015 sampai tahun 2019. Total sampel adalah 60 data yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Data tersebut diambil dari laporan keuangan dari tiap BUS dan situs lain yang bereputasi. Analisis data dilakukan dengan asumsi klasik dan hipotesis diuji dengan Analisis Regresi Berganda dengan menggunakan alat bantu analisis program SPSS 19.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa FDR dan BOPO mempunyai pengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan CAR dan NPF tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan CAR (X1), FDR (X2), BOPO (X3) dan NPF (X4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA (Y) BUS di Indonesia. Kata Kunci: CAR, FDR, BOPO, NPF, ROA, profitabilitas PENDAHULUAN Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha selanjutnya disebut BUKU adalah pengelompokan Bank berdasarkan Kegiatan Usaha yang disesuaikan dengan Modal Inti yang dimiliki. BUKU 1 memiliki modal kurang dari 1 triliun rupiah, BUKU 2 punya modal 1 sampai 5 triliun rupiah, BUKU 3 memiliki modal 5 sampai 30 triliun rupiah, sedangkan BUKU 4 memiliki modal paling sedikit 30 triliun rupiah. Bank Umum Syariah (BUS) masih menempati BUKU 2 dan BUKU 3 dengan modal tidak lebih dari 30 triliun rupiah. Hal ini berbeda dengan bank konvensional di mana terdapat beberapa bank yang memiliki modal di atas 30 triliun rupiah, seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BCA. Modal seluruh BUS ketika dijumlah hanya mencapai 39 triliun rupiah. Penilaian kesehatan bank bertujuan untuk mengetahui apakah bank tersebut mengalami kondisi yang sehat, kurang sehat atau sakit. Bila BUS punya kinerja buruk, bukan tidak mungkin pemilik dana akan mengalihkan dananya ke bank konvensional. Ukuran profitabilitas yang umum dipakai adalah ROA. Semakin besar ROA yang dimiliki bank,