31 Sifat Fisikokimia dan Profl Asam Lemak Minyak Ikan dari Kepala Kakap Merah (Lutjanus malabaricus) Physicochemical Properties and Fatty Acid Profles of Fish Oil from Red Snapper (Lutjanus malabaricus) Head Desiana Nuriza Putri, Yessi Maulidhia Nugrahani Wibowo, Erika Novena Santoso * , Putri Romadhania Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas No. 246, Malang, Jawa Timur 65144, Indonesia * Penulis korespondensi: Erika N.S, Email: erikanovenasantoso@gmail.com Tanggal submisi: 26 Juni 2019; Tanggal penerimaan: 16 Oktober 2019 ABSTRAK Industri pengolahan ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) menghasilkan limbah padat dan produk samping dengan jumlah lebih dari 50%, sehingga hasil samping pengolahan ikan kakap merah berupa kepala berpotensi sebagai sumber minyak ikan kaya omega-3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode rendering dan lama ektraksi minyak ikan kaya omega-3 dari limbah ikan kakap merah yang menghasilkan minyak ikan dengan kualitas terbaik. Kepala ikan kakap merah diambil dari salah satu industri fllet ikan di Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu metode dan lama ekstraksi, dimana metode yang digunakan adalah rendering basah dan rendering kering dengan lama ekstraksi 1, 2, dan 3 jam dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian yaitu didapatkan minyak ikan terbaik pada perlakuan rendering basah dan lama ekstraksi selama 1 jam dengan bilangan peroksida 0,98 meq/kg, kadar asam lemak bebas 1,02%, angka asam 2,02%, rendemen 9,02%, kadar air 4,22% (bb), tingkat kecerahan (L) 43,5, tingkat kemerahan (a) -0,9, dan tingkat kekuningan (b) 2,7, serta memiliki 31 jenis asam lemak dengan kandungan asam palmitat sebagai asam lemak dominan. Minyak ikan hasil penelitian ini juga mengandung omega-3 sebanyak 14,02% serta memiliki kandungan AA, DHA dan EPA. Kata kunci: Ekstraksi; minyak; omega-3; rendering ABSTRACT Red snapper processing industry (Lutjanus malabaricus) produces more than 50% solid waste and by-products, so the by-product of red snapper processing, viz., the fsh head is a potential source of omega-3. This study aimed to determine the rendering method and extraction time, producing the best quality fsh oil that is rich in omega-3 from the red snapper head. The samples were taken from a fsh fllet industry in Pasuruan, East Java, Indonesia. Randomized Block Design (RBD) with two factors has been used to evaluate diferent rendering methods (wet and dry rendering) and extraction time (1, 2, and 3 hours) in triplicate. The results showed that the best fsh oil was produced by wet rendering method in 1 hour of extraction time, achieving peroxide number 0.98 meq/kg, free fatty acid 1.02%, acid number 2.02%, extraction yield 9.02%, water content 4.22% (wb), brightness (L) 43.5, redness level (a) -0.9, and yellowish level (b) 2.7. The fsh oil consisted of 31 types of fatty acids with palmitic acid as the major fatty acid. Additionally, the oil also contained omega-3 (14.02%) as well as AA, DHA, and EPA. Keywords: Extraction; oil; omega-3; rendering DOI: http://doi.org/10.22146/agritech.47039 ISSN 0216-0455 (Print), ISSN 2527-3825 (Online) agriTECH, 40 (1) 2020, 31-38