Jurnal Ternak, Vol.09, No.01, Juni 2018 1 ISSN 2086 - 5201 EFEKTIVITAS DIPPING BIJI DAN KULIT ANGGUR HITAM PADA KUALITAS AIR SUSU SAPI PERAH TROPIS Dyanovita Al Kurnia 1) and Qabilah Cita K. N. S 2) 1) Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan 2) Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan. Jl.Veteran No.53.A Lamongan ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji potensi penggunaan dipping (biji dan kulit buah anggur hitam) pada kualitas air susu sapi perah tropis ditinjau dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah jika dibandingkan dengan dipping sintetis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi perah yang berumur 3-4 laktasi. Dipping terdiri dari 50% biji: 50% kulit anggur hitam yang digiling menjadi tepung sebelumnya. Kemudian ekstraksi dengan aquadesh pada beberapa level adalah p0 = dicelup sintetis, P1 = 20% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P2 = 50% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P3 = 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam. Sapi perah dibagi menjadi empat tingkat perawatan pencelupan secara acak menjadi 0%, 20% 50%, 80%. Tiga ulangan masing-masing. Variabel yang diamati adalah mengurangi kontaminasi bakteri dan mastitis sapi perah. Data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, ketika ada pengaruh signifikan yang diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan celupan bikang (biji dan kulit buah anggur hitam) untuk mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah tidak berbeda nyata (P> 0,05). Ini berarti bahwa potensi perlakuan campuran biji dan kulit anggur hitam sama dengan mencelupkan dengan dipping sintetik dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi perlakuan biji dan campuran kulit yang sama dengan mencelupkan sintetis dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Tingkat pengobatan yang optimal menggunakan pencelupan bikang adalah 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam dengan 200 ml aquades. Kata Kunci: Dipping, Biji, Kulit, Anggur hitam, Air Susu, Sapi Perah. PENDAHULUAN Rendahnya produksi susu dalam negeri diakibatkan oleh banyak hal, baik karena populasi sapi perah yang hanya berkisar 600 ribu ekor, ataupun karena kemampuan produksi susu rata-rata seekor sapi perah yaitu dibawah 10 liter per ekor per hari. Selain itu peternakan sapi perah secara nasional banyak dimiliki oleh peternak rakyat dengan skala produksi dan manjemen yang masih tradisional. Manajemen sapi perah oleh peternak rakyat seringkali tidak megindahkan tata laksana pemeliharaan yang baik. Hasil penelitian secara intensif yang dilakukan di beberapa peternakan di daerah pengembangan ternak perah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur prevalensi mastitis sub klinis berkisar antara 37 sampai 67% dan mastitis klinis antara 5 sampai 30% (Setiadi,2009). S. aerus merupakan salah satu pathogen yang paling sering menyebabkan infeksi dan tidak memberikan respon terhadap kebanyakan antibiotika. Staphylococcus aerus adalah mengakibatkan infeksi pada jaringan tubuh. Penyakit yang muncul akibat infeksi. Staphylococcus aerus dapat menimbulkan tingkat keseriusan yang parah dan dapat merusak antibody tubuh dan apabila mencemari air susu dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan efek keracunan. Prasetyanti (2016) menyatakan bahwa mastitis yang disebabkan bakteri Staphylococcus aerus dapat menimbulkan cemaran air susu dimana kualitas susu merupakan faktor utama bagi konsumen. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 01- 3141-2011 batas maksimum bakteri dalam susu adalah 1,0 x 10 6 CFU/ml. Sementara karena banyaknya kejadian mastitis di Indonesia menyebabkan susu segar dari peternak rakyat sering ditolak Industri Pengolah Susu karena nilai batas maksimum bakteri dalam air susu yang melebihi standart SNI. Ekstrak biji dan kulit anggur diketahui dapat membunuh hingga 800 strain yang