E-Jurnal Matematika Vol. 8(3), Agustus 2019, pp.230-235 ISSN: 2303-1751 DOI: https://doi.org/10.24843/MTK.2019.v08.i03.p258 230 ANALISIS KAPASITAS RUNWAY BANDARA I GUSTI NGURAH RAI MENGGUNAKAN TEORI ANTREAN Khosyi Rukito , I Wayan Sumarjaya 2 , I Gusti Ayu Made Srinadi 3 1 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: rukitokhosyi@gmail.com] 2 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: sumarjaya@unud.ac.id] 3 Program Studi Matematika, Fakultas MIPA Universitas Udayana [Email: srinadi@unud.ac.id] § Corresponding Author ABSTRACT Bali, as one of the world's tourism destination, located separately from other islands in Indonesia. Many tourists travel to Bali by airplane, and I Gusti Ngurah Rai Airport is the only international airport that serves as the main gate to Bali. There are situations in which the airport's runway often has to deal with an extensive queue for both landing and departure, which results in flight delays. Flight delays have caused some problems such as ruin airlines reputation and decline demand by passangers. The aim of the research is to analyze the efficiency of I Gusti Ngurah Rai International Airport's runway so the airport service can be optimized using queueing theory. In this research, there were four categories used: the high season in July 2018, the special event Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in October 2018, the low season in February 2019, and the overall data. In this research, it was found that the model used in this airport’s runway is (M/G/I):(FIFO/∞/∞). This model is not in a steady-state condition, with the level of bustle approximately around 177% until 191%. Therefore, an additional runway is recommended and also the runway service needs to be accelerated for optimal condition. Keywords: Bali, I Gusti Ngurah Rai International Airport, Service, Runway, Queueing Theory. 1. PENDAHULUAN Budaya dan keindahan alam yang ada membuat Bali menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Hal tersebut menyebabkan banyak wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara datang ke Bali. Selain itu, Bali juga dijadikan tempat pertemuan berskala nasional maupun internasional, salah satunya Annual Meeting International Monetary Fund World Bank 2018. Menurut BPS (2019) jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Provinsi Bali meningkat setiap tahunnya dan mencapai enam juta jiwa pada tahun 2018. Bali terletak di bagian tengah Indonesia serta memiliki bentuk pulau yang terpisah dari pulau lain. Banyak wisatawan memilih untuk menggunakan moda transportasi pesawat udara guna mencapai akses menuju Bali. Sehingga, bandar udara mempunyai peranan yang penting. Saat ini Provinsi Bali hanya memiliki satu bandar udara yaitu Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang terletak di bagian selatan Provinsi Bali, tepatnya di Kabupaten Badung. Salah satu aspek yang dibutuhkan dalam manajemen keselamatan bandar udara adalah landasan pacu (runway) sebagai tempat untuk melakukan lepas landas atau mendaratnya sebuah pesawat. Mengingat ketika melakukan lepas landas atau pendaratan pesawat membutuhkan ruang untuk mengendalikan kecepatan pesawat udara yang cukup tinggi, maka dalam waktu yang bersamaan pemakaian satu buah runway hanya bisa digunakan oleh satu buah pesawat untuk lepas landas ataupun mendarat. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai hanya memiliki satu buah runway. Pada waktu tertentu bandara ini mengalami penumpukan antrean (holding) untuk menggunakan runway setiap harinya. Penumpukan antrean yang memakan waktu ini menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya keterlambatan penerbangan (delay) terlebih lagi jika terdapat kegiatan-kegiatan berskala nasional ataupun internasional yang sedang dilaksanakan