®Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy (2019) Pharmacy Department of Unida Gontor Analisis Kadar Garam Alumunium Pada Beberapa Merek Deodorant Stick Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Khamidah Fajri1 a , Fitria Susilawati2 b , Lija Oktya Artanti3 c* a,c Prodi Farmasi UNIDA GONTOR Pondok Modern Gontor Putri 1, Mantingan, Ngawi 63257 INDONESIA 1 khamidah95@gmail.com ABSTRAK Deodorant merupakan suatu produk yang dibuat dengan tujuan mengurangi juga menutupi bau badan terutama di bagian ketiak melalui kerja antimikroba terhadap organisme-organisme penyebab timbulnya bau. Aluminium merupakan zat aktif dalam deodorant yang bersifat antibakteri dan mampu mengurangi jumlah pengeluaran keringat dengan cara menyumbat pori-pori ketiak. Ambang batas untuk kadar aluminium di dalam deodorant menurut BPOM adalah 20%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kadar garam aluminium yang terkandung pada deodorant stick yang telah beredar luas di masyarakat. Deodorant stick didestruksi menggunakan aqua regia (campuran HCl dan HNO 3 ) pekat selama 2,5 jam. Absorbansi logam aluminium diukur menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang yang spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar aluminium pada ketiga sampel secara berurutan adalah sampel A 1123,77 mg/L, sampel B 1,714 mg/L, dan sampel C 1157,13 mg/L. Sedangkan kadar persen aluminium yang diperoleh pada tiga sampel uji yaitu sampel A 2,25%, sampel B 0,003%, dan sampel C 4,63%. Ketiga sampel uji telah memenuhi standar persyaratan BPOM tentang penggunaan zat aluminium dalam deodorant, yaitu tidak lebih dari 20%. Kata kunci : deodorant; alumunium; SSA ABSTRACT Deodorant is a product created with the goal of reducing also covering body odor especially at the armpit through work against antimicrobial organisms cause the onset of smell. Aluminum is the active substances in the deodorant that is antibacterial and capable of reducing the amount of transpiration with underarm pores to clog. The threshold for the levels of aluminum in deodorant according to BPOM is 20%. This research was conducted to analyze the levels of aluminum salts contained in the deodorant stick which has been circulating widely in the community. Deodorant stick didestruksi using aqua regia (a mixture of HCl and HNO3), conc. For 2.5 hours. Aluminum Metal absorbance was measured using atomic absorption spectrophotometry (SSA) at a specific wavelength. The results showed that the average aluminum levels on all three samples in sequence is, sample A 1123.77 mg/L, the sample B 1.714 mg/L, and sample C 1157.13 mg/l. While the rate of percent aluminum obtained in three sample test, sample A 2.25%, sample B 0.003%, and sample C 4.63%. All three sample test have fulfilled the BPOM standard requirements about the use of aluminium in deodorants,which is no more than 20%. Keywords : deodorant; alumunium; SSA 1. Pendahuluan Gaya hidup masyarakat saat ini kian meningkat dengan sangat memperhatikan penampilan dalam keseharian. Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah cara mengatasi bau badan. Bagian tubuh yang menjadi pusat perhatian terhadap bau badan yaitu ketiak. Deodorant merupakan suatu produk kosmetik yang dibuat dengan tujuan mengurangi atau menutupi bau badan melalui kerja antimikroba terhadap organisme-organisme penyebab timbulnya bau yang bersumber di ketiak (Goeswin, 2015). Deodorant termasuk antiperspirant, hal tersebut disebabkan oleh kerja garam aluminium sebagai zat aktif dalam antiperspirant yang bersifat anti bakteri dan mampu mengurangi jumlah pengeluaran keringat pada ketiak dengan cara menyumbat pori- pori ketiak (Kasim, 2013). Namun sayangnya bahan-bahan itu adalah zat kimia yang berpotensi memiliki efek negatif bagi kulit manusia jika berlebihan dalam penggunaannya.