O p e r a t i o n s E x c e l l e n c e, 2020, 12(1): 74-87 74 Strategi mitigasi risiko proyek konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil: Studi kasus PDAM Jakarta Safruddin MJ 1 , Sawarni Hasibuan 2 1 Management Project, PT Palyja Jakarta 2 Program Studi Magister Teknik Industri, Universitas Mercu Buana, Jakarta Corresponding author: safruddin.mj@gmail.com Abstrak. Dalam aktivitas konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil selalu berpotensi menimbulkan risiko, oleh sebab itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk keberhasilan suatu proyek konstruksi. Proyek konstruksi jaringan pipa dan pekerjaan sipil untuk memenuhi distribusi kebutuhan air bersih di Jakarta yang dilakukan melalui perjanjian kerjasama PDAM Pam Jaya dan PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja) berpotensi menghasilkan berbagai resiko. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manajemen risiko pada konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil menggunakan model house of risk. Penelitian dilakukan melalui dua fase, fase pertama adalah identifikasi resiko dan agen resiko pada konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil melalui pengukuran tingkat severity dan occurance untuk menghasilkan aggregate risk priority (ARP). Pada fase kedua dilakukan analisis mitigasi risiko. Responden yang dilibatkan pada penelitian ini terdiri dari 60 orang yang terdiri dari project manager, supervisor, dan engineer pada proyek konstruksi jaringan pipa dan pekerjaan sipil. Hasil analisis berhasil mengidentifikasi 60 kejadian risiko dan 38 agen risiko pada konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil. Dengan menggunakan FGD dan analisis Pareto direkomendasikan lima aksi mitigasi yang diharapkan mampu memitigasi risiko pada konstruksi utilitas piping dan pekerjaan sipil yaitu membentuk QA/QC secara independen/kerjasama, melakukan tindakan perbaikan (corrective action), melakukan pengujian atau pengetesan dengan ketentuan yang berlaku, melaksanakan sertifikasi ISO manajemen mutu 9001:2015, dan melakukan pelatihan (training) mengenai prosedur dan standar yang berlaku secara berkala. Katakunci: manajemen risiko, piping dan sipil, house of risk, mitigasi. Abstract. Construction activities such as piping and civil works utilities always potentially pose a risk. Therefore, risk management is indispensable for the success of a construction project. The pipeline and Civil works construction project to meet the distribution of clean water needs in Jakarta through the Cooperation Agreement PDAM Pam Jaya and PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja) potentially generate various risks. The purpose of this research is to analyse risk management on piping and civil works utility construction using the house of risk model. Research is conducted through two phases. The first phase is the identification of risks and risk agents in the piping and civil works utility construction through the measurement of severity and occurrence levels to produce an aggregate risk priority (ARP), then conducts a risk mitigation analysis in the second phase. 60 respondents involved in the study consisting of project managers, supervisors, and engineers on pipeline and civil works construction projects. The results of the analysis successfully identified 60 risk events and 38 risk agents in the construction of utility piping and work civil PDAM Pam Jaya. FGD and Pareto analysis used in the study produced five recommendations for mitigation actions that are expected to be able to mitigate risk on piping and civil utility construction by establishing QA/QC independently/cooperation, take corrective action (corrective action), conduct testing or testing with the applicable provisions, implement ISO certification of 9001:2015 quality management, and perform training on procedures and standards that apply periodically. Keywords: risk management, piping and civil works, house of risk, mitigation. 1. Pendahuluan Sektor konstruksi menempati posisi ketiga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang tahun 2017 setelah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Prediksi dari Tim BCI Economics, pasar sektor konstruksi tahun 2018 untuk bangunan gedung dan pekerjaan sipil di luar minyak dan gas meningkat sebanyak 3% dibandingkan tahun 2017. Dari prediksi total pasar proyek konstruksi tahun 2018 sebesar Rp 451,3 Triliun, 65% disumbangkan dari sektor pekerjaan sipil dan sisanya 35% dari bangunan gedung.