Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 11 No. 1 Februari 2016 49 Analisa Kebutuhan Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Kayu Ukir (SIMPKU) (Studi Kasus CV. Embed) Muhamad Azhari 1) , Fahrul Agus 2) 1,2) Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Mulawarman Jalan Barong Tongkok No. 4 Kampus Gunung Kelua Samarinda, Kalimantan Timur Email: m4zh4ri@gmail.com 1) , fahrulagus@gmail.com 2) ABSTRAK Perkembangan bisnis yang terjadi pada perusahaan ukir-ukiran seharusnya diiringi dengan peningkatan kinerja setiap komponen dalam perusahan. Kompleksnya kegiatan di perusahaan kayu ukir menuntut pengelolaan informasi yang lebih baik. Saat ini perusahaan yang bergerak dalam bidang kayu ukir membutuhkan sebuah Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Kayu Ukir (SIMPKU). Pengembangan SIMPKU diawali dengan proses analisis kebutuhan. Pada tahapan ini pemodelan use case menjadi alat dalam proses analisis tersebut. Identifikasi yang dilakukan menghasilkan aktifitas yang dilakukan oleh setiap pengguna SIMPKU. Sebanyak dua puluh empat event mampu diidentifikasi. Penelitian juga menghasilkan konstruksi table of event dan thing. Hal tersebut bermanfaat untuk proses pengembangan basis data SIMPKU. Kata kunci : Sistem Informasi Manajemen, Kayu ukir, analis kebutuhan PENDAHULUAN Selain bernilai ekonomis bisnis kayu ukir juga berperan di dalam melestarikan kebudayaan bangsa yakni budaya seni ukir. Seiring perkembangan jaman, usaha kayu ukir-ukiran kini berkembang menjadi sebuah industri. Perusahaan ukir-ukiran dituntut untuk meningkatkan usaha dan pelayanan terhadap konsumen baik domistik dan mancanegara, baik pembelian secara eceran atau grosiran. Tuntutan tersebut menjadi jembatan diterapkannya sistem informasi pada industri kayu ukir. Penerapaan sistem informasi berbasis komputer diharapkan akan meningkatan proses pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, informasi semakin menyebar luas, pelayanan dan pekerjaan menjadi lebih efektif. Pada pengembangan SIMPKU membutuhkan proses analisis kebutuhan. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan saat membangun sistem pada tahapan-tahapan selanjutnya. Kelak sistem yang dibangun akan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Penelitian ini menggidentifikasi berbagai kebutuhan sistem sehingga hasilnya dapat menjadi acuan dalam proses pengembangan SIMPKU. RUANG LINGKUP Ruang lingkup penelitian mengacu pada kegiatan-kegiatan di perusahaan ukir-ukiran. Analisis kebutuhan yang dilakukan merupakan salah satu tahapan yang ada pada System Development Life Cycle (SDLC). Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan di dalam tahapan-tahapan proses pengembangan SIMPU. TUJUAN Penelitian bertujuan untuk menginventarisir dan mendokumentasikan kebutuhan-kebutuhan serta proses-proses yang terjadi dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Kayu Ukir (SIMPKU). HASIL DAN PEMBAHASAN Pendekatan pengembangan sistem dimulai dengan proses pemodelan. Konsepnya mengacu pada aktifitas sistem atau use case. Use case adalah suatu aktivitas dari sistem yang ditampilkan dan biasanya merupakan akibat dari permintaan user. Teknik yang direkomendasikan untuk mengidentifikasi aktivitas/use case yakni Teknik Dekomposisi Event. Sebuah pendekatan dengan cara mendaftarkan semua pengguna (aktor), jenis-jenis kebutuhan dan tugasnya. Identifikasi pada tingkat use case secara detail dan tepat dilakukan dengan cara memfokuskannya pada dasar-dasar proses bisnis. Dasar proses bisnis sendiri merupakan suatu tugas yang ditampilkan pada satu tempat sebagai akibat dari satu kejadian bisnis. (Satzinger 2007). Identifikasi pengguna pada SIMPKU yang menghasilkan model use case berikut. A. Daftar use-cases dengan identifikasi pengguna/pelaku SIMPKU Penelitian ini mengidentifikasi aktor dan use case yang ada pada perusahaaan kayu ukir seperti terlihat pada table 1 berikut.