JEP | Volume 5 | Nomor 1| Mei 2021
e-ISSN 2579-860X
p-ISSN 2614-1221
Doi: https://doi.org/10.24036/jep/vol5-iss1/576
Analisis Literasi Kimia Peserta Didik di SMAN 1 Batam pada Topik Hukum-Hukum
Dasar Kimia dengan Model Rasch
Nyak Mutya Aulina Khairul Fajri
1)
, Eka Yusmaita
2)
1)
Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Padang
2)
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Padang
ekayusmaita@fmipa.unp.ac.id
ABSTRACT
This study aims to analyze the SMAN 1 Batam students’ chemical literacy level on the fundamen-
tal chemical laws topic according to the scientific literacy framework adapted by Shwartz. This research
is a quantitative study with a sample of 50 XI grade science students from SMAN 1 Batam. Data is
obtained from a chemical literacy test on the fundamental chemical laws topic answered by students;
the data is analyzed with the Rasch model. The results showed students with the highest ability have a
true answer with explanations that unrelated to the text of the items and students with the lowest ability
have a wrong or a blank answer. Thus, it was concluded, students with the highest ability have a con-
ceptual scientific literacy level on the hardest item, meanwhile, students with the lowest ability catego-
rized as scientific illiteracy.
Keywords : chemical literacy, fundamental chemical laws, Rasch model
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduc-
tion in any medium, provided the original work is properly cited. ©2018 by author and Universitas Negeri Padang.
PENDAHULUAN
Salah satu permasalahan pendidikan sains
di Indonesia adalah rendahnya literasi sains pe-
serta didik karena kurang diperhatikannya pema-
haman konsep terhadap materi yang sudah diajar-
kan (Imansari dkk., 2018). Literasi sains dapat di-
latih menggunakan instrumen tes yang mengha-
ruskan peserta didik mengerjakan soal-soal
dengan berpikir kritis (Muhammad dkk., 2018).
Menurut Odja & Payu (2017), pada umumnya pe-
serta didik yang belum terbiasa mengerjakan tes
keterampilan proses sains memiliki kemampuan
literasi sains yang cenderung rendah.
Kimia merupakan salah satu pembelajaran
sains yang dijadikan sebagai mata pelajaran pem-
inatan matematika dan ilmu pengetahuan alam
(MIPA) (Kemendikbud, 2018). Menurut
Yakmaci-Guzel (2013), kimia merupakan pem-
belajaran yang konsepnya bersifat abstrak, se-
hingga sulit untuk dipahami. Sulitnya pema-
haman konsep kimia dapat mempengaruhi ke-
mampuan literasi kimia peserta didik, karena lit-
erasi kimia merupakan kemampuan seseorang
dalam memahami dan menerapkan konsep dasar
kimia dalam kehidupan sehari-hari secara tepat
dan efektif (Thummathong & Thathong, 2016).
Berdasarkan survei yang dilakukan ter-
hadap 85 orang peserta didik kelas XI MIPA di
SMAN 1 Batam tahun ajaran (TA) 2020/2021,
diperoleh hasil 70 orang peserta didik menya-
takan topik dalam pembelajaran kimia terhitung
banyak, sehingga dibutuhkan usaha yang lebih
besar dalam memahami konsep-konsep kimia.
Melalui hasil survei yang sama, rata-rata
peserta didik menyatakan topik hukum-hukum
dasar kimia merupakan pelajaran dasar kimia ke-
las X yang sulit untuk dipahami. Alasan tersebut
diperkuat oleh penjelasan guru mata pelajaran
kimia yang menyatakan bahwa: “Masih terdapat
hasil ulangan harian peserta didik pada topik
hukum-hukum dasar kimia yang berada dibawah
kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal ini
menunjukkan peserta didik masih belum benar-
benar paham dengan konsep-konsep yang sudah
disampaikan.”
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh Shwartz dkk., (2006), dikatakan bahwa,
“Pembelajaran topik dasar pada kimia mem-
berikan kontribusi yang penting pada tingkat lit-
erasi kimia peserta didik.” Penjelasan tersebut
menandakan pemahaman subjek survei yang
masih kurang pada topik hukum-hukum dasar
kimia dapat memengaruhi tingkat literasi kimia