493 Abstract Sei Nongsa is a reservoir in the Batam Industrial Development Area (BIDA), which developed especially for source of drinking water. This research was conducted to know the water quality status of Sei Nongsa, and the suitability for the source of drinking water. This research revealed that the water of Sei Nongsa can not directly used for drinking water due to concentrations of detergent, Cu, Cr, Cd and Pb were higher than the national standard for drinking water. Base on this result, it was suggested that the water of Sei Nongsa need threatment for decrease the above parameters Key words: Nongsa, water quality status. Dinamika dan Status Mutu Air,... J.Tek. Ling. 11 (3): 493-502 DINAMIKA DAN STATUS MUTU AIR WADUK SEI NONGSA Yudhi Soetrisno Garno Peneliti Dinamika Kualitas Perairan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pulau Batam merupakan salah satu daerah terluar Indonesia yang ditetapkan sebagai “Bounded Ware-house Area”, dengan berbagai macam kegiatan industri. Penetapan “Bounded Warehouse Area” tersebut menjadikan daerah ini berkembang dengan pesat disegala bidang industri, dan infrastrukturnya, termasuk peningkatan kebutuhan air bersih. Lemtek Universitas Indonesia (UI) memprediksikan bahwa pada tahun 1996, Batam membutuhkan air bersih sebanyak 1.490,73 l/detik, dan pada tahun 2006 menjadi 3.916,76 l/detik 1) . Kebutuhan air bersih yang besar tersebut, secara alamiah tidak mungkin dapat dipenuhi oleh sumberdaya air yang ada di P. Batam karena secara alamiah kondisi/tekstur tanah pulau Batam sulit untuk meresapkan air, sehingga air hujan yang jatuh ke permukaan tanah lebih banyak yang mengalir dipermukaan dan terbuang ke laut 2) . Sementara itu air yang ada dalam tanah, berdasarkan analisa geo listrik di beberapa tempat di P. Batam didapatkan sudah payau dan sebagian telah terkontaminasi oleh air rawa. Sifat tanah yang tidak mampu meresapkan dan menyimpan air hujan serta air tanah yang berkualitas kurang baik tersebut, menghantarkan Otoritas Pengelolaan Daerah Industri Pulau (OPDIP) membangun beberapa waduk , termasuk Sei Nongsa guna menampung air hujan, yang secara alami di Batam memiliki intensitas dan kuantitas yang cukup tinggi. Selain Nongsa yang terletak di wilayah utara P. Batam, telah dibangun dan dioperasikan pulau 6 buah waduk buatan, yakni Waduk Sei (W.S.) Mukakuning, W.S. Ladi, W.S. Nongsa, W.S. Mukakuning dan W.S. Duriangkang. Secara keseluruhan waduk-waduk tersebut tersaji pada Tabel-1 3) . J. Tek. Ling Vol.11 No.3 Hal. 493 - 502 Jakarta, September 2010 ISSN 1441-318X